Kamis, 19 Mei 2011

(Film) Koizora --SKY OF LOVE--




Mika Tahara (Aragaki Yui) 


Sakurai "Hiro" Hiroki (Miura Haruma)

Film dari negeri sakura ini mengisahkan tentang perjalanan cinta seorang gadis SMA bernama Mika Tahara. Sebelumnya Mika tidak pernah berhubungan dan merasakan jatuh cinta pada seorang cowok, sampai pada suatu hari handphone Mika hilang. Ia kebinggungan dan terus mencari-cari handphonenya. Akhirnya Mika menenukan handphonenya di perpustakaan sekolah, dan seorang cowok misterius tiba-tiba menelphonenya.

Miura sebagai Hiro si rambut pirang yang menyeramkan...but looks Cute, right?

Perkenalan Mika dengan cowok misterius itu pun berlanjut dengan saling telpon menelepon, hal ini membuat Mika semakin jatuh cinta dengan sosok misterius itu. Akhirnya mereka membuat janji untuk bertemu di atap sekolah. Mika sangat kaget setelah mengetahui bahwa cowok misterius itu adalah orang yang tidak sengaja ditabraknya saat mengantar sahabatnya Aya menemui teman prianya.

 Mika ketakutan, karena merasa cowok nyentrik dengan rambut pirang itu adalah preman sekolah yang menyeramkan. Lalu cowok yang ternyata bernama Sakurai Hiro itu pun menunjukan foto langit biru di handphonenya yang mereka ambil bersama saat bertelephonan sampai pagi. "apa setelah melihat ini kau masih tidak mempercayainya?!" tanya Hiro



Awalnya Mika segan dan tidak mau dekat dengan Hiro, namun karena sikap Hiro yang menyenangkan dan kedekatan mereka di telephone sebelumnya akhirnya mereka pun menjadi sangat akrab. Mika mendapatkan ciuman pertama dan cinta pertamanya dari Hiro. Namun sebuah tragedi muncul saat Mika diperkosa oleh suruhan mantan kekasih Hiroki meskipun pada akhirnya Mika tidak hamil, tetapi Mika sempat dikucilkan dikelas.

 Mereka memakai cincin tunangan setelah mengetahu kehamilan Mika.

Di saat itulah Hiro selalu mendampingi dan membela Mika mati-matian sehingga cinta mereka semakin dalam dan jauh yang akhirnya mengakibatkan Mika hamil. Hiro sebetulnya sangat senang dan bergegas melamar Mika. Namun, keluarga Mika belum merestui mereka karena mereka masih di sekolah menengah. Saat malam Natal, Mika mengalami keguguran. Mika dan Hiro lalu membuat marshmallow kecil yang melambangkan anak mereka, mereka pun berjanji bahwa setiap tahun mereka akan datang ketempat itu untuk menjenguk anak mereka.



Namun, hari-hari berikutnya Hiro berubah, Mika bahkan memergoki Hiro tengah berciuman mesra dengan seorang gadis, Hiro pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Mika dan menghilang dari sekolah serta kehidupan Mika.Lama bagi Mika untuk bisa kembali ceria dan bangkit dari patah hati cinta pertamanya sampai pada akhirnya Mika menemukan seorang pria lain (Koide Keeisuk) yang lambat laun dicintainya hingga masuk perguruan tinggi. Pria ini begitu berbeda dari Hiro yang meletup-letup dan Hiro layaknya danau bagi Mika. Tapi kekasih barunya ini berbeda, dia sosok pria dewasa yang tenang, penyabar, dan penuh kasih sayang. Dia bahkan menerima jika setiap malam Natal, Mika yang  tak pernah lupa untuk mengunjungi tempat mereka (Mika dan Hiro) menyimpan marshmallow kecil yang mereka buat dan memberikan hadiah pada anaknya.


Meskipun Mika dan Hiroki tidak pernah datang bersama, namun beberapa kali kesempatan mereka sempat bertemu. Mika mengejar Hiro dan berharap mendapatkan penjelasan, namun saat ia samapai pada sebuah persimpangan jalan, Mika pun kembali berfikir tentang pacarnya yang selama ini sudah begitu menyayanginya, tidak seperti Hiro yang selalu mebuatnya menangis. "akhirnya aku memutuskan untuk memilih part yang lain!" kata Mika sedih.

Hingga suatu saat yang datang ternyata bukanlah Hiro, melainkan Nozoki sahabat Hiro yang pernah di taksir oleh Ayya sabat Mika. Darinya lah Mika pun mengetahui segalanya bahwa Hiroki mengidap penyakit Kanker dan sedang sekarat.
"Hiro memintaku datang ketempat ini untuk menggantikannya tahun depan, dan tahun-tahun yang akan datang aku akan melakukan ini untuk Hiro!"

"apa maksud mu?apa yang kau maksud" tanya Mika bingung

Nozomu pun memjelaskan kalau mungkin hidup Hiro tidak akan lama lagi, Hiro mengidap kanker (atau AIDS ya??). Selama ini Hiro melarangnya untuk menceritakannya pada Mika "..tapi dia selalu menunggu mu disaat dia harus berjuang sendirian!"


Akhirnya Mika memutuskan untuk kembali ke cinta pertamanya, dan disinilah cinta Koide Keeisuk di perlihatkan. Ia merelakan Mika untuk kembali pada cinta masa lalunya. Dia berkata "menghalangi gadis yang aku cintai untuk bahagia,, aku sungguh menjadi orang yang mengerikan. Pergilah, tapi jika kau tidak bahagia aku akan merebut mu kembali dari brandalan itu."

Mika pun berlari kerumah sakit, dan Hiro kaget sekali saat melihat Mika yang menangis sedih dan marah-marah. Mika semakin histeris saat melihat Hiro masih menggunakan cincin 'pertunangan' mereka dulu. Hiro berkata bahwa ia hanya bisa membuat Mika menangis saja, maka sebaiknya Mika kembali saja pada pacarnya yang dewasa itu ".. karena bersamanya kau bisa kembali tertawa bahagia maka dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang.". Namun Mika berkata bahwa ia hanya ingin Hiro lah yang memberinya kebahagiaan.

Mereka akhirnya kembali bersama, Mika setia selalu mendampinginya saat di rumah sakit, sampai akhirnya Hiro menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum menginggal Hiro memberikan sebuah buku catatatannya kepada Mika, disana ada gambar mereka bertiga, yaitu Hiro, Mika dan anak mereka. Buku itu berisi hanya tentang Mika, terungkaplah kebesaran cinta Hiro untuk Mika. Dan hal itu lah yang menghalangi Mika untuk tidak bunuh diri dan melanjutkan hidupnya dengan bahagia.



Note

Aku suka film ini, cerita remaja jepang yang sanagt khas. Tapi yang paling aku suka adalah dialog-dialog yang Mika katakan untuk mengantarkan ceritanya, terdengar sangat dewasa dan manis, aku juga suka caranya  memandang hidup serta bagaimana seorang preman sekolah seperti Hiro begitu mencintai seorang wanita dengan caranya sendiri. ketika Mika di perkosa, dia tidak berlari dari gadis itu tapi malah menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaganya dengan baik, Lalu ketika Mika berkata kalu dia hamil Hiro pun lagi-lagi tidak berlari dari sisi Mika, ia tersenyum bahagia menyambut kehamilan Mika. Huffh...Hiro berusa menjadi Langit yang selalu mengikuti langkah Mika, dia bukan menjadi danau yang dingin dan tersembunyi. satu lagi yang aku sukai adalah sosok Koide Keeisuk yang berperan sebagai laki-laki dewasa yang memandang cinta dengan cara yang tidak egois. Ia bahkan merasa menjadi orang yang mengerikan jika menghalangi kebahagiaan Mika, ia benar-benar menjelma menjadi laut yang luas dan berhati lapang. Film tahun 2007 ini RECOMMENDED abis...

200 Pounds Beauty

200 Pounds a Beauty








Casting :

Kim Ah Joong as Hanna
Joo Jin Mo as Sang Joon
Ternyata mempunyai suara yang bagus tidak cukup untuk menembus dunia hiburan di Korea khususnya dunia tarik suara hal ini yang diamlami oleh Hanna seorang perempuan bertubuh gemuk yang memiliki suara yang sangat indah.
Akhirnya Hanna pun menjadi penyanyi di balik “suara”Ammi seorang penyanyi TOP di Korea, untuk pertunjukan panggungnya Ami sering melakukan lip sync alias pura-pura menyanyi yang suaranya diisi oleh Hanna yang mempunyai suara yang menjual tapi tidak dengan penampilannya Sayangnya meski memiliki suara bagus dan komersil, wanita bertubuh sangat “makmur” tersebut tidak memiliki rasa percaya diri dan hal ini sangat wajar karena dunia hiburan selalu mementingkan....
penampilan ragawi alias judge a book by a cover.

Hanna saat masih subur...


Karena sering dipandang sebelah mata bahkan di anggap “tidak ada” oleh orang-orang sekelilingnya membuat kepercayaan diri Hanna benar-benar jatuh, hal ini membuat dia ingin melakukan hal yang banyak di lakukan oleh artis ataupun penyanyi korea lainnya yaitu oplas alias operasi plastic, Hanna berpikir dengan oplas dia bisa memperbaiki karir menyanyinya bahkan bisa menumbuhkan rasa percaya dirinya yang semakih hari semakin hilang, dan yang paling penting adalah mungkin ia dapat memikat hati Sang Joon, laki-laki yang diam-diam membuatnya jatuh cinta.

Dengan tekad yang sudah bulat akhirnya Hanna melakukan operasi menyeluruh di tubuhnya untuk membuang lemak yang membuat dirinya susah bergerak dan juga operasi wajah, gadis itu tidak menghiraukan rasa sakit yang timbul akibat dari operasinya dan hasilnya bisa di tebak Hanna seperti terlahir menjadi manusia baru dengan wajah yang cantik dan tirus serta tubuh yang langsing membuat Hanna menjadi sangat percaya diri, ia bahkan mengganti namanya menjadi Jenny dan berbohong dengan mengatakan kalau dia adalah blasteran Amerika-korea. Hehehee....
 

 Sejujurnya suka deh aku liat pasangan ini...hehehe

Dengan suara yang dahsyat dan penampilan yang di atas rata-rata tentu saja tidak sulit bagi Hanna untuk masuk dapur rekaman dan membuat show dimana-mana yang dipenuhi oleh penggemarnya tapi ternyata itu semua tidak memberi kebahagiaan sejati kepadanya karena dia tidak bisa mendekati ayahnya yang tinggal di panti jompo karena takut ketahuan identitas yang aslinya bahkan ia tega mengusir ayahnya ketika orant tua itu melihat ia manggung karena dia takut penggemarnya akan tahu masa lalu dirinya dengan tubuhnya yang subur

Tidak hanya itu Hanna juga berhasil menarik semua perhatiaan lawan jenisnya termasuk Sang Joon seorang produser rekaman yang selama ini membantunya dan dia telah lama jatuh hati kepada pria itu, Sang Joon yang tidak tahu kalo Jenny adalah Hanna juga jatuh cinta kepada gadis itu bahkan pada akhirnya mereka berkencan.







Tapi tidak semua seindah yang dibayangkan oleh Hanna, Sang Joon tanpa sengaja melihat Tatoo di tubuh Hanna dan ia mengenalinya. Akhirnya terungkap lah jati diri Hanna yang sebenarnya di hadapan Sang Joon. Hanna pun mulai bimbang karena didalam dirinya juga mulai timbul pertentangan batin, dia sangat mencintai ayahnya tapi tidak memeluknya bahkan untuk mengunjungi ayahnya di panti jompo dia harus menyamar. Karena tidak tahan akhirnya Hanna dengan berderai air mata di atas panggung (dengan gambar latar belakang dirinya sebelum melakukan operasi) membuka jati dirinya alasan mengapa dia melakukan hal itu semua..



Note:
Ini "Lagi-lagi" film hasil membajak komputernya seorang teman, hehehe!! Ceritanya ringan, lucu dan inspirative banget. Nyata dan real banget deh pokoknya. Diluar sana pasti banyak Hanna-Hanna yang lainnya, karena semua perempuan di dunia ini pasti ingin cantik, ingin sempurna dan di sukai laki-laki. Hanya saja caranya yang berbeda-beda. Pelajarannya adalah tidak perlu menjadi sempurna untuk meraih sesuatu, kita tidak akan merasa kurang jika selalu bersyukur pada apa yang kita miliki. Menerima apa yang Tuhan berikan.

Rabu, 18 Mei 2011

(Film) Speed Scandal



 CAST :


Cha Tae Yun as Nam Hyeon Soo
(Ayah)

Park Bo Yeoang as Hwang Jung Nam
(Anak)

Wang Seok Hyun as Hwang Ki Dong
(cucu)


Satu lagi film hasil menjarah file temennya cowok gw.. Speed Scandal!! Mungkin melihat nama pemeran utamanya saja bagi para penggemar film korea pasti sudah ketahuan kalau ini adalah film bergendre drama komedi. Cha Tae Yun memang popular sebagai aktor komedi kawakan di korea sana,, mau tau reviewnya gimana? Cekidot...

Hmm, kira-kira apa jadinya kalo seorang penyiar radio di usia 30 something, tampan, keren , mapan dan terkenal sampe suatu hari kehidupannya harus berubah 360 derajat gara2 kedatangan seorang gadis yang mengaku sebagai anaknya plus membawa anak kecil yang mengaku sebagai cucunya.

Nam Hyeon Soo seorang cowok prefectionis yang bekerja sebagai penyiar di sebuah radio yang suka dengerin curhat pendengarnya, sampe suatu hari ada cewek yang curhat tentang bagaimana perjuangan dia nyari ayah kandungnya sekaligus kakek buat anaknya. Hwang Jung Nam nggak pernah bosen buat curhat sama Hyeon Soo dan akhirnya Hyeon Soo memberikannya saran untuk datang dan menemui ayahnya. Apa yang harus dia lakukan jika bertemu ayahnya? Hyeon Soo menyarankan untuk membuatkan makan saja.

Dan ternyata eh ternyata, Hyeon-soo kaget setengah mati. Kenapa? karena saat ia sedang mempersiapkan kencan dengan teman wanita di apartemennya tiba-tiba saja datang Hwang Jeong Nam yang ngaku sebagai anaknya dan juga Hwang Ki Dong yang diakui Jeong Nam sebagai anaknya, kebayang bingungnya Hyeon Soo? Disaat yang sama teman wanitanya sudah datang dan buru2 Hyeon Soo nyebunyiin Jung Nam dan anaknya di dalam kamar ( asli pas adegan ini kocak banget ) yang mondar2 mandir ke kamar mandi hingga Hyeon-su harus mengalihkan perhatiann temannya kencannya bahkan mempersingkat kencan mereka.

 

Ternyata Jeong Nam adalah anak dari hubungan di luar nikah antara Hyeon-soo dengan cinta pertamanya waktu smp dan usianya 5 taun lebih tua di banding usian Hyeon soo dan kemudian kejadian berulang ternyata Jeong Nam juga "kecelakaan" dengan pacarnya dan melahirkan Gil Dong waktu masih kelas 1 SMA

Setelah membuat kesepakatan yang cukup alot pake acara tes DNA segala buat mastiin kalo emang bener Ki Dong adalah cucunya secara Jung Nam pake acara ngancem segala terpaksalah Hyeon Soo ngizinin Jeong Nam dan anaknya tinggal di apartemennya dan karena terbiasa tinggal sendiri dan termasuk kategori yang perfectionist (dia orang yang sangat menjaga kebersihan) dan begitu bangun pagi, apartemennya udah kayak kapal pecah aja, malemnya waktu Jeong Nam dan Ki Dong dah tidur dia beresin apartemen sendirian dan kaget banget karena ternyata Ki Dong punya kebiasaan tidur sambil jalan gitu. Hyeon Soo yang tidak terbiasa tinggal bersama dengan orang lain pun awalnya merasa ketakutan, karena di kiranya itu hantu...hahahaha, kocak banget ini!!!


Hyeon-soo pun akhirnya berinisiatif masukin Ki Dong ke TK  dan malam sebelumnya ngajarin Ki Dong bagaimana jawabannya kalo di tanya silsilah keluarga mereka. Intinya Ki Dong nggak boleh manggil Grandpa tapi manggil Hyeon Soo dengan panggilan oom. Pertama kali Ki Dong datang ke sekolah, begitupun kakeknya Hyeon Soo yang langsung ijo matanya ketika melihat guru Ki Dong yang cantik (Jiahhh, kakek ama cucunya sama ajah..!!). Namun sayangnya anak perempuan itu tidak mau bertemen dengan Gil Dong karena pakaiannya yang udik dan setelah di kasih tau guru Gil Dong kalo Gil Dong nggak punya temen karena penampilannya Hyeon Soo bawa Gil Dong dan Jeong Nam ke depstore dan beliin semua baju yang keren2 buat cucunya itu.

Radio tempat Hyeon-soo siaran mengadakan lomba penyanyi berbakat dan Jeong Nam ikutan audisi. Awalnya Hyeon-soo mandang sebelah mata sama anaknya itu ternyata suara Jeong Nam sangat bagus bahkan dia bisa mainin alat musik hingga akhirnya Jung Nam lolos audisi dan nggak sengaja rekaman radio itu di liat oleh temen SMAnya yang sepertinya adalah ayahnya Ki Dong



Cute banget ini bocah..^^

Dasar Hyeon-soo, dia malah manfaatin cucunya buat nyari informasi mengenai guru sekolah Gil Dong yang cantik dan bocah ini cerdik banget waktu nyarii informasi mengenai gurunya itu dan ternyata Ki Dong juga bikin surprais kakeknya karena dia jago banget main piano.
 

Hubungan Jeong Nam dan pacarnya pun nggak berjalan lancar, karena dia mengira Jeong Nam menjadi simpanan Hyeon Soo. Saking stressnya cowok ini sampai teriak-teriak dan bilang akan menanggung hidup Jeong Nam, jelas saja Hyeon Soo marah. Hyeon Soo takut kalau reputasinya rusak karena orang-orang emngiranya mata-keranjang dan tinggal serumah dengan seorang gadis muda. Karena kesalafahaman itu lah Jeong Nam pergi dari rumah Hyeon-soo dan bekerja di sebuah restoran, dan malam harinya ia tidur di sana sama Ki Dong. Salah seorang sahabat Hyeon Soo pun menasehatinya dengan berkata "apakah reputasimu dan pendapat orang-orang jauh lebih penting dari pada putri mu sendiri?!!" Hmm, dalem banget nih...^^

Hyeon Soo merasa bimbang, ia bingung harus bagaimana. Disatu sisi dia reputasinya sebagai penyiar ternama, tapi disisi lain ada putri dan cucunya yang 'dengan sadar' ia rindukan. Akhirnya Hyeon Soo berkata pada putrinya, jika kau marah maka marah lah tapi jangan korbankan keinginanmu (untuk menjadi penyanyi). Jeong Nam pun akhirnya luluh, ia dan Ki Dong datang pada acara gladi resik audisi selanjutnya. Dan ia bernyanyi dengan sangat bagus. Namun saat tiba waktunya untuk on air lomba menyanyi itu tiba-tiba saja Ki Dong di culik orang, hal itu membuat Jeong Nam panik, ia berlarian kesana-kemari sambil menangis, dan akhirnya ia minta tolong pada Hyeon-soo yang tengah berada di atas stage bersiap-siap membuka acaranya. Jeong Nam menangis histeris sambil berteriak-teriak 'ayah, Ki Dong hilang...ayah...'


Semua orang mentap Hyeong Soo, lalu ia pun mentap mainan milik Ki Dong yang terjatuh, lalu melihat putrinya Jeong Nam yang tengah di seret keluar oleh petugas. Akhirnya naluri nya sebagai seorang ayah pun keluar, ia berlagi dan melindungi putrinya.

Hehehe, cerita film ini terbilang ringan dan kocak, tapi yang bener-bener bikin gemes adalah Wang Seok-Hyun yang memerankan Ki Dong mukanya lutcu banget apalagi kalo lagi liat ekspresi muka jailnya ampun dech pengen meluk pokoknya adorable banget gemesin apalagi kalo dia lagi senyum lebar tanpa ekspresi oh my,,dia mencuri perhatian banget.. padahal masih kecil, apalagi kalo dah gede ya??hehehehe....


Kalo buat Cha Tae Yun gak perlu di ragukan lagi, siapa sih yang nggak kenal namja yang satu ini yang actingnya bisa diliat di My Sassy Gir sama Royal Prince, First love, dia memang aktor spesialis film-film komedi. Dan, gada film nya yang mengecewakan. Aku suka gayanya di film ini, apa lagi pas adegan dia nyanyi dan maen gitar...Huhhhh, mirip my favorite singer Sandy Sondoro banget...xixixixixiiixx

Dan juga aktris pendatang baru Park Bo Yeong yang bermain apik di film ini dan berkat film ini juga di a dapat award untuk pendatang baru terbaik di Baeksang Award bulan maret 2009 dan di film ini chemistry ketiga toko ini kena banget asli recommended






(Film) Virgin Snow

Virgin Snow 

 


Hfhhh...sinopsis lagi nih. berhubung kemarin baru dapet suntikan film-film bagus dari temen (yang kebanyakan film jepang), dan ini salah satunya. Film kolaborasi antara Jepang dan Korea mungkin bukan hal yang asing lagi, tahun 2000-an Kyoko Fukada berhasil menggaet Won Bin untuk drama seri Friends. Sebuah drama yang akhirnya menyandingan Wonbin dengan Kyoko Fukada sebagai pasangan lintas nrgara yang sangat serasi. Virgin Snow pun agak serupa, hehehe....

Cerita ini mengisahkan tentang Min adalah seorang pelajar dari Korea yang harus pindah ke Kyoto untuk mengikuti sang ayah seorang professor di bidang seni keramik yang dipindah tugaskan ke Universitas Kyoto. Sebagai orang “baru” di Kyoto Min harus melakukan banyak adaptasi lingkungan apalagi ia tidak memahami sepatah katapun dalam bahasa Kyoto
....
Tidak hanya itu Min juga mengalami kesulitan ketika bergaul dengan teman2 barunya ketika ia mulai sekolah di Kyoto, sering terjadi kesalapahan karena miss communication di antara mereka, salah satunya ketika ia dituduh mencuri sepeda tapi dengan keahliannya dalam ilmu beladiri menurutnya masalah bahasa bisa diselesaikan dengan karate


Namun pemuda itu kena batunya ketika pelajaran olahraga salah satu siswa yang menuduhnya mencuri sepeda mengatakan kepada guru olahraganya kalau Min jago olahraga Kendo ( olahraga beladiri khas jepang dengan menggunakan tongkat sebagai senjatanya) bukan karate, tentu saja Min kalang kabut karena dia benar2 buta olahraga tersebut.






Akibatnya dia menjadi bulan2an teman2 sekolahnya itu, hari2nya mulai terasa berbeda ketika dia secara tidak sengaja bertemu dengan Nanae ketika dia sedang mengambil photo pemandangan di Kyoto dan gadis itu dengan berpakaian kimono telah mempesona Min
Karena tanpa sadar pemuda itu mengambil photo gadis itu. Ternyata tanpa di duga oleh Min, gadis itu satu sekolah dengannya,

Namun sifat keduanya sangat bertolak belakang Min orangnya cenderung ekstrovert sedangkan gadis itu sangan lemah lembut dan anggun serta suka menyendiri, karena terlalu bersemangat untuk mengerjar gadis itu Min sampai diingatkan oleh teman sekolahnya bahwa dia harus menahan diri dalam mengejar gadis itu seperti umumnya pemuda di jepang, Akhirnya setelah mengikuti saran teman2nya Min berhasil pdkt dengan Nanae bahkan mereka sempat kencan namun hubungan mereka tidak berjalan mulus begitu saja karena ada kendala bahasa di antara mereka berdua





Mereka mensiasatinya dengan menggunakan gerakan tangan dan bahasa tubuh disinil Min menjelaskan kata2nya bercampur dengan bahasa inggris dengan aksen korea tentunya. Tapi ternyata di balik kelembutan Nanae, gadis itu menyimpan banyak masalah dalam keluarganya,sejak di tinggal oleh ayahnya, Ibu gadis itu menjadi suka minum2an keras tidak memperdulikan lagi Nanae dan adikanya


Keluarga Nanae mempunyai tunggakan hutang yang menumpuk sehingga sering rumah mereka di datangi debt collector yang ingin menagih hutang tapi gadis itu tidak bisa menceritakannya kepada Min karena kendala bahasa.


Suatu hari saat mereka sedang berkencan mereka kehujanan dan berteduh di sebuah took keramik dan bisa di tebak Nanae pun sangat terpesona dengan lukisan yang terdapat pada keramik itu, kepada gadis itu Min mengatakan bahwa ayahnya juga seorang pembuat keramik bahkan ia berjanji akan membuatkannya sebuah piring keramik dan gadis itu juga berjanji akan melukis di atas piring keramik buatan Min




Suatu saat mereka menaiki perahu di sebuah danau, Nanae mengatakan kepada Min sebuah legenda Kuno bahwa siapa yang sedang berkencan dan menaiki perahu di danau itu maka keduanya akan putus,dan Min dengan kejailannya juga mengatakan bahwa di Korea juga ada legenda semacam itu yaitu jika sepasang kekasih melintasi jembatan batu Han, maka keduanya pasti akan putus.


Lalu keduannya membandingkan legenda dari negara2nya masing dan ketika mereka menemukan legenda yang sama yaitu waktu yang tepat memulai suatu hubungan adalah ketika salju pertama turun di musin dingin, lalu keduanya berjanji akan bertemu saat salju pertama turun. Tidak lama kemudian Min harus kembali ke Korea untuk menjenguk neneknya yang sakit dari dia di beri hadiah oleh Nanae berupa boneka kain


Ternyata saat Min ke Korea, Nanae juga harus pindah rumah untuk menghindari para debt collector, tentu saja pemuda itu sangat kecewa ketika kembali ke Kyoto tidak menemukan gadis itu lagi bahkan handphonenya pun tidak bisa di hubungi hingga akhirnya di kembali lagi ke Korea dan melupakan semua hal tentang Kyoto dan gadis itu.


Sekalipun endingnya ceritanya dapat di tebak tapi melihat acting Jun ki yang beda setelah fly daddy Fly cukup menghibur di tambah lagi dengan perpaduan dua Negara yang sama2 memiliki drama-drama yang sangat di gemari oleh penggemar dorama jepang maupun drama korea

Casting









Lee Jun Gi as Min



 


Aoi Miyazaki as Nanae



Senin, 16 Mei 2011

Apakah ‘kita’ Terlambat?!!

Aku dalam proses memantapkan hati pada sesuatu yang lebih pasti, aku berusaha memusatkan pikiran dan jiwaku pada sesuatu yang lebih realistis. Aku tidak ingin lagi bermimpi tentang hal-hal indah di masa depan, bermimpi tentang pangeran tampan dengan mobil jaguar yang akan membuat hidupku penuh warna.

Cukup...
Semuanya sudah cukup bagi ku, untuk mencoba dan bertahan menatap mimpi-mimpi indah yang ternyata aku rajut tanpa benang yang nyata..

Kini aku berusaha memberikan kesempatan pada diriku sendiri untuk mengenal aku,, untuk mengerti seberapa berharganya diriku.

Dan untuk itu aku harus Meninggalkan semua itu dibelakangku..
Membiarkan orang lain memungut mimpi-mimpi ku itu..

Kau bertanya ...Apakah aku terlambat?!!..

Apakah kita terlambat menyadari semua ini?!

Aku rasa tidak...
Kita hanya tidak bisa melewati semuanya besama-sama..
Ada denah lain yang sudah di design khusus untuk hidup kita..

Maka lepaskanlah aku dari genggaman mu yang terlalu kuat..
biarkan aku pergi dan berlari di padang ilalangku sendiri..

Biarkan aku menemukan apa yang aku inginkan, menemukan segenggam cinta yang aku harapkan..

Biarkan aku meraih kesempatan untuk menggapai mimpi-mimpi realistisku bersama seseorang yang mencintai dan bersedia merajut satu-demi-satu kehidupan ini bersama ku..

Dan kau..
Tetaplah disana.. didasar hatiku..
dan temukanlah padang ilalangmu sendiri..

Terima kasih
Wahai malaikat pelindungku..

Minggu, 15 Mei 2011

Hidup Adalah Sebuah Pilihan

Hidup itu seperti kanvas, putih dan tak bernoda.. kitalah yang menggoreskan warna, dan menggambarnya dengan goresan-goresan penuh makna.

Entah hasil akhirnya akan berupa lukisan indah, atau hanya berisi coretan-coretan abstrak.. Namun semua itu diri kita sendirilah yang menentukannya..

Kita menentukan sendiri, lukisan apa yang hendak kita buat dalam menjalani hidup ini.

Dulu, aku pernah menjadi seseorang yang merasa paling tidak beruntung di dunia. Aku pernah merasa begitu kesepian dijagad raya yang luas ini, merasa menjadi orang paling menderita di bumi ini, aku merasa Tuhan begitu tidak adil pada ku.

Hufhh...
Entah bagaimana menjelaskan betapa seringnya aku merasa terjatuh, betapa sakitnya rasa itu, betapa aku merasa begitu lemah untuk bertarung menghadapi keadaan ku.

Aku butuh waktu yang lama untuk tersadar ternyata musuh terbesar adalah diri ku sendiri, aku berusaha berkompromi dengan keadaan tapi aku lupa untuk berkompromi dengan diri ku sendiri. Sampai pada akhirnya seseorang menyadarkan ku, bahwa yang terpenting dalam hidup ini adalah bagaimana caranya kita belajr untuk menerima segala sesuatu yang sudah tentukan olehNya. Bersyukur itulah kuncinya.

Kebahagian ternyata sesuatu yang abstrak, yang maknanya kembali pada pandangan dan standarisasi diri kita sendiri.
aku pun berfikir, bagaimana bisa kita bersyukur jika kita memiliki standar tentang rasa bahagia itu sendiri?!

hidup adalah sebuah pilihan, bahagia atau tidak semua itu kembali pada pilihan kita untuk menatap dunia ini.

saat ini, aku telah sampai dititik dimana aku tidak menyesali setiap jengkal hal yang telah aku lalui. seperti ayah ku pernah bilang -ketika menajariku bermain sepeda- ...kalau belum jatuh berkali-kali belum bisa main sepeda.. yah..saat itu aku belum mengerti, aku hanya merasa ayahku memintaku untuk jatuh berkali-kali untuk dapat menaiki dan memgendalikan sepeda itu. dan ternyata, seperti itu pula hidup ini, kita harus jatuh berkali-kali untuk dapat mengendalikan kehidupan kita sendiri. hufh.. jangan pernah takut untuk jatuh, bukankan semakin sering kita terjatuh, semakin kita tidak takut pada sakit.

maka bahagia atau tidak
nya hidup ini, semua kembali pada pilihan yang kita ambil dalam menatap kehidupan yang tidak abadi ini. kita yang memilih warna dan menentukan lukisan apa yang akan kita buat...


“resti”

i miss u pa..

aku selalu saja merindukan hari-hari itu, hari dimana engkau tertidur lelap dikamar ku menunggu aku pulang dari sekolah, aku rindu hari dimana kita bermain layang-layang bersama, tertawa dan bercengkrama bersama..

aku rindu tatapan penuh marah setiap kali aku berbuat salah, aku pun rindu tatapan mu yang penuh harap kepada ku..

papaa...

entah sudah berapa banyak peluh kau teteskan untuk membesarkan ku, entah sudah berapa kali kau terjatuh hanya untuk menghidupiku..

tapi alangkah butanya aku untuk dapat melihat semua pengorbanan mu itu,,

papaaa..
mungkin ini adalah kata yang tidak pernah sempat aku ucapkan sebelumnya..

maaf.. karena aku selalu saja menjadi gadis kecil mu yang manja,,
maaf.. untuk setiap keringat mu untuk ku..
maaf.. karena aku belum mampu menjadi seorang anak yang engkau bangga kan..

dan terima kasih pa..
terima kasih karena sudah menjadi ayah untuk ku..
terima kasih untuk setiap jengkal kasih sayang mu..

teteh kangen banget sama papa..
sem0ga Allah senantiasa menjaga papa dengan kasihNya
.. allahumagfirlli walliwallidaaiia warhamhumma kamma robbayani soggiro...

Rabu, 11 Mei 2011

(Film) Hari Untuk Amanda





Terkadang buat melangkah yakin ke masa depan, kita harus melongok sedikit ke masa lalu. Mencari sejumput kepastian yang bisa dijadikan pegangan. Membenahi benang kusut yang dulu terpintal. Semacam helaan napas lega demi meringankan gerak hati. Dan kadang untuk melakukannya kita cuma butuh satu hari saja. Setidaknya Amanda Sudirdja, 26 tahun, mengalami hal itu.



Hari itu seharusnya jadi hari yang biasa saja bagi Amanda. Gadis yang seminggu lagi akan menikah dengan Doddy Arifin. Seminggu menuju kebahagian. Namun belakangan Amanda dan Doddy malah seperti menjauh. Apalagi Doddy sekarang super sibuk dengan pekerjaannya menjelang cuti nikahnya nanti.



Tapi sebenarnya bukan cuma sibuk yang membuat Amanda dan Doddy seperti berjauhan. Ketegangan pra-nikah yang klasik membuat mereka jadi sering bertengkar dan perang mulut. Semua orang pasti akan menganggap ini hal biasa. Makin klasik dan klise ketika Amanda tiba-tiba mendapat sekardus kiriman barang-barang masa lalunya dari seseorang. Seseorang yang bisa membuat Doddy yang cenderung sabar bisa naik pitam.



Orang itu adalah Hari Ananda. Mantan Amanda paling terakhir. Mantannya yang paling baik. Yang terakhir ini semua orang yang kenal Amanda akan mengakui secara aklamasi. Sekaligus semua orang itu juga sangat menyayangkan kenapa mereka putus. Dan beberapa hari ini, Hari mengirimkan SMS pada Amanda. SMS yang berisikan ‘gugatan-gugatan halus’ soal masa lalu mereka. Terakhir kardus itu datang bersama surat yang kurang lebih mengatakan kalau Hari sudah tidak ‘kuat’ menyimpan benda-benda penuh kenangan itu.



Hari Ananda memang pacar yang baik bagi Amanda. Sejak SMA dia mengisi hari-harinya bersama Amanda. Di samping hobi mengelus-elus Peugeout 505-nya. Hobi mungkin terlalu menyederhanakan. Hari adalah fanatik otomotif. Menguasai segala hal tentang mobil. Terutama Peugeout. Amanda dulu sering bercanda kalau Hari selingkuh dengan sesuatu dari Perancis.



Semua orang melihat mereka sebagai pasangan yang sempurna. Pasangan yang sama ‘gilanya’. Mereka begitu santai menghadapi hidup. Begitu spontan. Mereka bisa saja tahu-tahu bolos sekolah dan bermobil ke Bandung. Atau penasaran membuktikan sebuah tempat yang dianggap angker oleh banyak orang.



Hari sendiri memang penuh dengan segala hal berbau impulsif. Segala hal dia coba. Termasuk mencoba ngeband [Hari punya band Paradoks namanya. Nama yang selalu diledek Amanda karena memang mengandung paradoks: pingin ngetop tapi jarang latihan] dan lainnya. Tapi tidak pernah ada yang jadi. Hari selalu mengatakan pada Amanda kalau dia memang senang bisa mencoba sesuatu. Tidak perlu hasil. Karena hidup itu mestinya dinikmati saja. Proses adalah segalanya buat Hari. Lama-kelamaan hal ini membuat Amanda merasa pegal juga. Sebab menjalani hidup dengan Hari seperti ada di posisi air yang tergenang. Melelahkan. Mereka sendiri juga kerap putus-sambung selama pacaran.



Lalu tanpa ada yang pernah tahu apa alasan sebenarnya, keduanya putus. Tak lama setelah Amanda wisuda dan Hari akhirnya sampai pada titik tidak bisa meneruskan kuliahnya karena ‘diminta’ mengundurkan diri oleh kampusnya. Amanda pun bertemu dengan Doddy. Seorang laki-laki dengan target dan pencapaian-pencapain yang realistis. Membuat hidup Amanda menjadi lebih fokus dan terang. Meski Doddy tidak sememikat Hari, Amanda merasakan ketenangan yang tidak dia miliki saat dengan Hari.



Dan sekarang, Hari tiba-tiba muncul lagi. Di tengah situasi yang sedang ‘tegang’ dan bertensi tinggi. Belum lama ini Doddy dan Amanda bertengkar soal tanggal pernikahan mereka yang salah cetak akibat gedung yang mereka sewa mengalami renovasi mendadak. Lalu mereka pun membagi tugas. Doddy merevisi undangan itu dengan stiker lantas Amanda yang mengurus bagian pengantaran. Sebab kerja Doddy sebagai junior brand manager jauh lebih hectic dibanding Amanda, sang PR di sebuah perusahaan asuransi.



Kini Amanda mau tak mau menceritakan soal kardus kiriman Hari pada Doddy. Amanda dan Doddy kembali bertengkar. Doddy merasa Amanda tidak mau menyelesaikan masalah itu sejak ‘serangan’ masih berbentuk SMS. Amanda menangkis dengan mengatakan kalau Doddy juga tidak terlalu serius membahas masalah ini. Doddy pun lalu meminta Amanda untuk menyelesaikan persoalannya dengan Hari sendiri. Secepatnya.



Amanda pun menarik napas panjang. Berpikir sejenak. Lantas menelepon, Janine dan Lulin sahabatnya. Janine menyarankan kalau Hari harus mendapatkan pelajaran akan realitas. Ide Janine adalah dengan mengajak Hari mengantarkan undangan pernikahan Amanda. Apalagi Amanda memang masih punya beberapa undangan sisa yang belum diantar. Undangan yang memang Amanda ingin antar sendiri, bukan lewat kurir. Amanda pun sepakat dengan usul Janine dan mengontak Hari. Memulai hari yang tidak akan dia lupakan seumur hidupnya.



Ketika ditelepon, Hari berlagak terkejut. Amanda sempat sebal mendengarnya. Lalu Hari dengan cepat mengiyakan permintaan Amanda. Keduanya pun bertemu lagi setelah putus satu setengah tahun yang lalu. Hari menjemput Amanda di jalan dekat rumahnya. Hari sempat tersenyum jail menyinggung itu adalah tempat mereka bertemu saat masih backstreet ketika SMA. Senyum Hari hilang saat melihat Amanda membawa kardus kirimannya.


Amanda sendiri langsung menembak Hari dengan kalimat-kalimat tajam. Mengatakan kalau dia tidak suka apa yang dilakukan Hari beberapa hari belakangan ini. Hari diam saja. Amanda mengatakan kalau dia seminggu lagi menikah, jadi Hari jangan mencoba mengacaukan itu semua. Amanda lantas mengatakan kalau memang ada yang ingin Hari bicarakan, hari ini adalah hari terakhirnya sembari menemani Amanda mengantar undangan.



Awalnya Hari nyaris diam tanpa pembelaan berarti. Dia lebih banyak mengatakan menyesal melakukan itu semua. Tapi Hari mengelak dengan mengatakan kalau dia memang benar-benar tidak bisa melupakan Amanda sama sekali. Amanda tetap dingin. Ajakan Hari untuk makan dulu pun ditolak Amanda. Kalau yang ini ada hubungannya juga dengan diet yang sedang dijalaninya dengan ketat.



Sepanjang perjalanan, Hari sempat tanpa ‘sengaja’ menyetel kaset yang berisikan lagi pacaran mereka dulu. Amanda memandang tajam ke arah Hari. Hari mencari alasan sebisanya. Amanda melipat tangannya di dada. Hari hanya bisa menarik napas panjang saja.



Setelah mengantarkan undangan pertama yang sulit dicari, di rumah kedua mereka bertemu dengan saudara jauh Amanda yang mengira kalau Hari adalah Doddy. Tante itu dengan cerewet mengoceh soal kebaikan Doddy yang dia dengar dari Ibu Amanda.



Habis itu Amanda dengan santai mengatakan kalau Hari sudah mendengar kebaikan calon suaminya. Hari tersenyum tipis saja dan mengatakan dia haus dan hendak membeli kopi dulu. Lantas Hari mengarahkan mobilnya ke sebuah kafe.



Amanda sangat kesal ketika sadar kafe yang dituju oleh Hari. Kafe itu adalah tempat mereka dulu jadian pertama kali. Amanda mencium langsung niat Hari. Hari ngotot mengatakan kalau dia memang cuma bisa minum kopi bikinan kafe itu. Amanda menolak masuk. Hari pun menghabiskan kopinya sambil berdiri di depan pintu.



Begitu Hari keluar Amanda langsung menyembur Hari sambil menunjuk-nunjuk undangan yang dia pegang. Sambil mengulang-ulang kalau seminggu lagi dia akan menikah. Hari melirik ke arah undangan itu dengan jelas. Lalu bertanya kenapa tanggal yang ada di undangan tercetak dua minggu dari sekarang? Amanda pun terkejut bukan kepalang.



Amanda langsung menelepon Doddy dan bertengkar hebat. Amanda menyalahkan Doddy yang belum merevisi undangan dengan teliti. Hari pun lantas menawarkan diri untuk membenahi persoalan itu. Mereka pun mengunjungi lagi dua rumah pertama. Lalu Hari mengajak Amanda ke tempat temannya yang tukang stiker. Mereka merevisi undangan yang tersisa.



Hanya saja karena buru-buru, stiker yang tercipta kurang sempurna dan tintanya melebar kemana-mana. Tepat dengan itu, ada telepon dari tempat fitting baju mengatakan kalau Doddy ternyata tidak sempat datang. ‘Sempurna’ sekali kekacauan hari ini buat Amanda.



Amanda lantas berusaha mengontrol emosinya berkali-kali. Dia pun menelepon sahabat-sahabatnya yang tegang menunggu kabar darinya. Janine dan Lulin kembali memberikan tawaran solusi. Kalau soal fitting kan bisa cari orang yang ukurannya sama dengan Doddy, begitu kata Lulin menenangkan.



Amanda lantas mengamati Hari dari atas sampai bawah. Lalu menarik Hari menuju ke tempat fitting. Ternyata di luar dugaan baju yang untuk Doddy ternyata pas sekali dengan Hari. Amanda pun runtuh pertahanannya. Amanda menangis. Amanda lantas dengan marah membawa Hari ke warteg. Memakan semua makanan yang ada sambil menangis. Sambil memecahkan gelas tanpa sengaja. Amanda terkejut dan spontan minta maaf pada Doddy. Begitu yang dia lihat ternyata Hari, Amanda kembali menangis. Hari pun berusaha menenangkan Amanda sebisanya. Amanda lalu menumpahkan semua kegundahan hatinya. Kekesalan hatinya selama ini. Ganjalan yang mencegat rasanya pada Doddy.



Hari pun mendengarkan. Mendengarkan betapa Amanda merasa selama ini dia seperti ada di pihak yang salah. Hanya karena Amanda merasa dia tak ingin meningkatkan jenjang karirnya. Dia puas dengan posisinya sekarang. Sebab yang dia sukai dari menjadi PR adalah berhubungan langsung dengan banyak orang. Bukan naik pangkat lalu jadi sibuk mengatur ini-itu saja. Tanggung jawab yang tidak disukai Amanda. Sementara bagi Doddy itu semacam kemalasan belaka.



Hari terus mendengarkan sambil mereka mengantar undangan ke sebuah rumah berpagar tinggi dan angkuh lengkap dengan kamera pengawas. Hari sebal dan mengutak-ngatik kamera itu hingga mereka dikejar anjing penjaga. Untuk pertama kalinya mereka berpegangan tangan lagi.



Setelah itu mereka mengantarkan undangan untuk guru BP mereka dulu. Hari mengusulkan untuk langsung mengantar ke sekolah saja. Amanda pun tersenyum setuju. Sesampainya di sana, sang guru malah menyangka mereka berdua yang akan menikah. Menasehati mereka sambil mengingat masa pacaran mereka dulu. Hari dan Amanda pun tersenyum saja.



Setelah itu perlahan keduanya malah makin dekat. Amanda seperti merasakan kembali masa-masa yang seperti hilang darinya. Masa-masa yang ternyata dia rindukan. Masa-masa menikmati hidup dengan lepas. Hari pun berkata kalau seharusnya pasangan itu tidak perlu merubah diri jadi orang lain demi hubungan mereka. Dan buat Hari, Amanda sudah bukan dirinya lagi selama ini. Amanda pun mendengarkan sambil merenung.



Perlahan juga Hari mulai kembali dalam hidup Amanda. Mereka mulai melupakan niat untuk menyebarkan undangan. Mereka malah kembali ke kafe kenangan itu dan kali ini Amanda mau masuk ke dalamnya. Dari situ mereka lantas meluncur ke sebuah taman tempat mereka biasa ‘mojok’ dulu. Mereka pun duduk berdua berdampingan, tertawa menikmati momen-momen yang ada.



Tiba-tiba saja di tengah nostalgia itu, Hari berlari menuju mobilnya. Membuka bagasi dan membawa sebuah lampion besar. Amanda menutup mulutnya dan terharu. Lampion itu adalah janji remaja mereka! Hari dulu berjanji kalau mereka menikah dia akan membuat lampion yang akan jadi satu-satunya penerangan saat malam pertama. Sisi lampion itu pun ada lirik-lirik lagu kesayangan mereka yang akan terproyeksikan saat lampion dinyalakan. Hari mengatakan dia memang benar-benar tidak pernah membayangkan orang lain selain Amanda. Amanda kian luluh di hadapan Hari.



Lantas datang telepon Doddy. Menanyakan kenapa pihak katering bertanya pada dirinya soal konfirmasi makanan. Padahal harusnya itu tugas Amanda hari ini. Amanda menjawab dengan sedikit ketus, kenapa tidak coba Doddy selesaikan? Doddy dengan sabar menjawab kalau itu dulu keinginan Amanda. Doddy juga bertanya apakah soal foto pre-wedding juga sudah Amanda urus? Amanda lantas menyerahkan itu pada Doddy dan menutup telepon.



Hari pun menggenggam tangan Amanda. Telepon berbunyi lagi. Kali ini suara Doddy agak lebih tinggi nadanya. Bertanya soal penting: kenapa wisma tempat menginap untuk keluarga besar Doddy belum Amanda ganti? Masih wisma yang kecil? Amanda menjawab karena dia suka tempat yang kecil itu. Kenapa tidak Doddy yang mengurangi keluarganya yang datang?



Doddy pun marah. Amanda juga marah. Buat dia, selama ini Doddy tidak pernah mendengarkan pendapatnya. Buat Amanda wisma kecil itu lebih murah hingga mereka bisa menghemat, tapi buat Doddy itu cuma alasan Amanda saja. Doddy yakin sekali Amanda lupa. Amanda pun berang. Dia mengatakan kalau Doddy selalu menganggapnya salah, buat apa mereka menikah? Tidak ada gunanya mereka menikah! Amanda pun membanting handphone-nya.



Hari pun memeluk Amanda yang kembali pecah tangisnya. Amanda pun mengatakan apa yang Hari bilang benar. Dia terlalu banyak kompromi selama ini. Terlalu banyak berubah demi Doddy. Hari mengusap rambut Amanda sambil mengatakan kalau dengan dia, Amanda tidak perlu merubah apa pun. Amanda terus tenggelam dalam pelukan Hari.





Hari lantas dengan berani dan heroik mengatakan kalau dia yang akan menikahi Amanda. Apalagi? Melupakan Amanda dia tidak sanggup. Dan yang selama ini Amanda tuntut darinya adalah tanggung jawab dan kejelasan. Kalau kejelasan itu bagi Amanda adalah menikah, maka Hari mau menikah dengan Amanda. Dan lampion itu pun akan berguna juga akhirnya dibanding hanya terpuruk di sudut kamar Hari.



Amanda terhanyut. Hari makin menjejalkan keyakinannya untuk menikah. Dia berjanji pada Amanda akan menyelesaikan semuanya. Dia yang akan bicara pada orang tua Amanda. Membereskan tetek bengek yang lainnya.



Tapi untuk itu dia butuh Amanda kembali jadi dirinya dulu. Kembali jadi Amanda yang penuh spontanitas. Hari lantas mengajak Amanda untuk berlibur seminggu dari sekarang. Melupakan semuanya terlebih dahulu, baru setelah itu mereka menikah.



Kemana mereka akan pergi? Hari mengatakan kalau seminggu lagi dia akan ke Lombok bersama teman-temannya. Amanda pun tersenyum, dia juga akan bulan madu ke sana nanti. Hari mengatakan kalau mereka memang jodoh. Hari pun lantas mengajak Amanda buat mengambil sebagian barang-barang yang sudah dia titipkan pada teman-temannya.



Hari sangat bersemangat sekali dengan rencana itu. Rencana gila-gilaan dengan orang yang paling dia cintai. Amanda sepanjang perjalanan reflek bertanya soal rencana pernikahan mereka nanti. Hari mengingatkan target mereka itu sekarang lepas dan liburan dulu. Membebaskan Amanda dulu dari segala hal yang berbau penikahan. Amanda tersenyum tipis mendengarnya.



Saat Hari mengambil barang-barang di tempat temannya, Amanda menunggu di mobil. Lalu dia melihat beberapa undangan yang masih ada di tasnya. Amanda menimbang-nimbang dan membuka tutup undangan itu. Dia mengusap undangan itu. Mengusap namanya. Mengusap nama Doddy. Mengusap nama kedua pasang orang tua mereka. Terlihat ada stiker nama Hari Ananda di bagian alamat. Ya, harusnya dia memang akan memberikan satu undangan itu untuk Hari. Lalu Amanda mengusap tanggal undangan yang salah. Dia lantas mengambil pulpen dalam tasnya dan membetulkan tanggal itu. Amanda menarik napas panjang sambil terus menatap koreksian itu. Perlahan airmatanya jatuh.



Tak lama kemudian dengan riang Hari masuk ke dalam mobil sambil membawa pipa untuk snorkling dan berkata kalau dia tidak menyangka apa yang akan terjadi seminggu lagi. Amanda memotong dengan mengatakan memang akan ada yang luar biasa seminggu lagi, yaitu pernikahannya dengan Doddy. Hari pun terkejut. Dia menoleh dan melihat Amanda menyerahkan undangan sambil tersenyum dengan pasti.



Hari pun menarik napas panjang dengan kesal. Keluar dari mobil dan dengan marah menatap Amanda. Sambil berteriak kalau dia memang senang Amanda menjadi spontan. Tapi kalau begini namanya plinplan! “Kalo lo udah milih…” Kalimat Hari berhenti sendiri di sini. Dia lihat Amanda masih tersenyum dari dalammobll.
Hari lantas sekali lagi menatap undangan dengan stiker namanya di bagian alamat itu. Di titik ini baru dia sadar kalau Amanda memang sudah berubah. Dia tidak bisa merubah Amanda lagi. Amanda yang ada di sampingnya sekarang bukan lagi Amanda-nya yang dulu. Ini bukan seperti merekonstruksi bangunan seperti lego. Ini masalah pilihan hati. Dan Amanda sudah memilih. Hari pun tersenyum getir sambil melihat pipa snorkling di tangannya.



Mobil Hari kali ini sudah berhenti di depan rumah Amanda. Di gerbang terlihat ada seorang laki-laki yang gelisah menunggu. Laki-laki itu ternyata Doddy. Saat Amanda mendekat, kalimat pertama Doddy adalah maaf dan mengatakan kalau nanti Amanda bilang pada Ibunya bahwa seharian ini Amanda bersama dirinya. Amanda pun tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

Lalu Amanda mengenalkan Doddy sebagai calon suaminya pada Hari. Hari pun tersenyum menyambut tangan Doddy. Doddy juga menjabat tangan Hari dengan tegas.

Saat Hari berbalik menuju mobil, Amanda mengatakan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk hari ini. Karena Hari baru saja memberikan hari yang benar-benar baik buat Amanda.


NOTE

Ya kayanya this movie is everybody story.. hehehe!! aku juga sempat merasa bahwa film ini adalah cerita yang "gue banget", hehehe!!
Sampai-sampai berfikir apa yang akan aku lakukan seandainya jadi amanda.. disatu sisi masa lalu yang sulit untuk di lepaskan begitu saja, tapi di sisi lain ada seseorang yang menunggu untuk melangkah ke depan. Tapi hidup itu adalah pilihan bukan? pilihan untuk tetap di tempat atau beranjak ke suatu tempat yang lebih baik lagi. Pada awalnya aku merasa tidak akan bisa mengambil keputusan setegas amanda, aku ragu, aku juga takut. Namun bukankah Tuhan sudah mengatur jalan hidup setiap orang dengan jalannya sendiri-sendiri, bukan kah Tuhan akan selalu mengulurkan tanganNya kepada siapapun yang mebutuhkanNya? jadi aku berfikir kenapa aku harus takut? kenapa aku harus ragu untuk menatap masa depan ku sendiri?!!

Yang terberat dari semua ini adalah bagaimana menghadapi diri kita sendiri, membalence kan logika dan hati. Dan seperti Amanda akhir nya aku pun memutuskan untuk melangkah menatap masa depan itu dengan seseorang yang aku percaya mampu menjaga dan menyeimbangiku.

Dan masa lalu itu....
aku mebungkusnya dengan rapi dan menguburnya dalam-dalam....