Tampilkan postingan dengan label Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Book. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

The Hunger Games


Can you imagine orang bunuh-bunuhan menjadi sebuah tontonan reality show? Ridiculous abisss....horor yak... itulah yang terjadi pada novel sekaligus movie yang aku review kali ini

Actually, Hmmm...sebenarnya lagi-lagi aku ketinggalan hal yang menarik.. kuper banget ya kayaknya eke... hehehe. Aku sudah tau buku ini lumayan lama, tapi tidak berminat untuk membacanya, apalagi beli...hehehe, maklum lagi krisis ekonomi. But last week, aku nonton filmnya dan hmm... lumayan lah ya untuk sebuah film hasil adaptasi. Agak ragu sih buat baca bukunya, tapi setelah ngesearch banyak juga fans dari trilogy karya Suzanne Collins ini. Mantapp....


Seri pertamanya ini bercerita tenang pertarungan disebuah negara dengan 12 distrik didalamnya yang wajib untuk mengiirim dua orang warganya (satu orang pria dan satu orang wanita) untuk mengikuti sebuah pertarungan sampai mati. Hmm.. it's sound like 'smack down' show, you know? itu lih acaranya The Rock, John Cena, dan Hulk Hogan, yang banting-banting orang itu. Eittsss...but I'm totally wrong.

Ternyata pertarungan yang dinamai The Hunger Game ini adalah pertarungan bertahan hidup dihutan belantara, para peserta ditinggal didalam hutan yang sudah dirancang dengan kamera dimana-mana, mereka harus survive hidup dihutan tanpa makanan, merekapun harus bertahan hidup dengan cara saling bunuh satu sama lain, membunuh atau dibunuh itulah peraturannya karena hanya akan ada satu orang pemenang.Wow... barbar banget ya!!



Oke, cerita ini berputar pada seorang gadis bernama Katniss Everdeen yang menggantikan adiknya Prim Everdeen sebagai wakil dari distrik 12 untuk mengikuti The Hunger Game. Katniss adalah seorang gadis yang mahir memanah, ia pun sadar bahwa ia sudah menceburkan dirinya kedalam sebuah permainan yang sangat gila. Ia tidak ingin terbunuh, namun hal yang sulit baginya untuk membunuh.

Sebuah cerita gak akan seru tampa bumbu pemanis called LOVE. hehehe...itu lah yang 'sepertinya' terjadi pada Katniss dan Peeta Mellark, kisah cinta pasangan se'distrik (What the hell with my language!!!) ini pun menjadi bumbu manis. Hmmm, I'm not sure for this, because I think Katniss love the other guy, the cute one, hehehe...  #Bayangin LiamHemsworth wkwkwk #MileyCyrusdatengbawagolok

Look at him..
Oh..cucok banget ya... ^_^

Secara keseluruhan ceritanya oke, tapi buat yang gak terlalu suka kekerasan dan sikap-sikap anarki nan barbarnian, mungkin kurang cocok kali ya. Hehehe, aku sendiri rada jengah dengan aksi bunuh-bunuhan masal kaya gini. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa novel ini cukup mencuri hati, aku baru download semua serinya English version tapinya, hehehe, lumayan kan gratis sekaligus ngilangin penasaran sama kisahnya si Katniss. Sekalipun gak seheboh Harry Potter and Twilight Saga, namun The Hunger Games rasanya akan menjadi 'pengganti' baik di film maupun novelnya, karena as you know kedua novel dan film dari buku tersebut udah tamaattt,matttt,mattt....

Urusan cowok ganteng, gak usah worry ya...kalau Harry Potter punya Daniel Redcliff, Twilight Saga punya Robert Pattinson, atau I Am Number Four punya si ganteng Alex Pettyfer, maka kita bakalan ketemu Liam Hemswort di film ini. Pacar dari Miley Cyrus ini memang lagi naik daun, bahkan digadang-gadang bakalan jadi one of rising star. Yeah, sekalipun di seri pertama The Hunger Games ini dia cuma nongol sedikit sih... Untuk pemeran wanitanya adalah Jennifer Lawrance itu loh yang jadi si biru di film X-man First Class. 

Oke deh, buat yang belum baca, silakan deh diburu...namun yang males baca, nonton ajah filmnya. Lumayan banget loh buat ngilangin stresss...

Senin, 06 Agustus 2012

The Short Second Life of Bree Tanner

 

Setelah kemarin mencari-cari downloadan Fifty Shades Freed, tiba-tiba liat sebuah article tentang novel karya Stephenie Meyer yang satu ini. Judulnya The Short Second Life of Bree Tanner, langsung saja deh aku cari downloadannya... hehehe...syukurnya ada, sekalipun bukan dalam bahasa Indonesia. Lumayan lah yaaa, buat menghilangkan penasaran. Actually sih aku bukan pecinta Stephenie Meyer, gak freak juga sama Twilight, hanya saja...berhubung aku mengikuti dari mulai buku sampai film *bahkan baru-baru ini gosip artisnya yang lagi hot-hotnya dikabarkan selingkuh dari sutradara itu #LOH malah ngegosipp sih... (^^,) Well, karena aku memang terlanjur mengikuti buku dan film-filmnya, maka rasanya penasaran kalau gak membaca kisah Bree Tanner ini.

Buat yang pernah baca novelnya atau pernah nonton filmnya *seri Eclipse* mungkin masih ingat, diceritakan Victoria vampire yang mengincar nyawa Isabella Swan demi membalas dendam kesumatnya pada Edward Cullen atas kematian kekasih vampirenya James, yang dibunuh Edward *seri Twilight* karena berniat 'mencicipi' darah Bella. Victoria berkata 'nyawa bayar nyawa', Edward membunuh kekasihnya maka ia akan membunuh kekasih Edward. 

Namun Victoria tentu tidak akan bisa menghadapi Clan Cullen yang untuk ukuran keluarga vampire berjumlah lumyan banyak. Belum lagi para serigala La Push ikut membantu para vampire demi melindungi Bella. Karena alasan itulah Victoria mulai menciptakan pasukan vampire. Salah satunya adalah Bree Tanner. 

Ingat dengan gadis muda yang 'berusaha' diselamatkan Carlisle Cullen dari hukuman Clan Voltury? Yupsss..dialah Bree. Well, aku sih belum baca novel ini. Namun kalau menganalisa dari judulnya dan apa yang terjadi di Twilight Saga, novel  The Short Second Life of Bree Tanner menceritakan asal muasalnya Bree menjadi vampire dan bergabung bersama pasukan vampire milik Victoria. And well, kalau seperti itu diakhir cerita nya Bree tetap saja mati ditangan keluarga Volturry. Ini baru analisa aku saja yaaa...karena aku sendiri belum baca, xiixixiii, nanti kalau sudah aku baca aku bakalan share deh gimana ceritanya, benar seperti dugaan ku atau... berbeda!

Sabtu, 04 Agustus 2012

Midnight Sun



Setelah membahas Fifty Shades of Grey  (Fifty Shades Darker) and Diary of Wimpy Vampire  aku mau membahas satu versi lain dari Twiilight yang murni hasil karya dari sang penulis aslinya sendiri yaitu Ibu Stephenie Meyer. Midnight Sun menceritakan tentang Twilight namun dari sudut pandang atau penuturan Edward Cullen.

Kalau di fersi Twilight seperti yang kita tahu, cerita dituturkan dari pandangan Isabella Swan *ada sedikit dari versi Jacob*, namun kita tidak pernah tahu apa yang di pikirkan Edward Cullen. Maka di buku inilah penggambaran itu di ciptan oleh Stephenie Meyer untuk para Twilight lover, namun sayangnya.... baru sampai 12 bab, novel ini sudah dicolong orang dan tersebar luas diinternet...hehehe.. *aku juga baca dari internet*. Maka buku ini pun tidak pernah terpublish secara resmi.

Konon, Stephenie Meyer saking kesalnya berujar tidak akan menulis apapun yang berbau Twilight lagi sampai semua orang benar-benar melupakannya. Oh, really? 

Diary of a Wimpy Vampire :Because The Undead Have Feelings Too


Satu novel lagi yang tercipta berkat kesuksesan besar Stephani Mayer dalam meramu Twilight Saga, sebuah saga yang menggambarkan kisah cinta seorang gadis biasa dengan seorang vampire tampan. Hehehe. Ada mantra ajaib dari cerita ini, sampai begitu banyak penulis terispirasi untuk membuat cerita dari saga ini. Fifty Shades of Gray adalah salah satu yang juga ketiban sukses, tidak bertema vampire-vampiran memang, namun plot dan karakternya persis sekali dengan Twilight. Bisa dibilang Fifty Shades of Gray adalah Twilight for adult, xixiiixi..

Diary of a Wimpy Vampire : Because The Undead Have Feelings Too karya dari seorang penulis asal Inggris bernama Tim Collins, yang bercerita tentang kehidupan seorang vampire berusia 15 tahun. Berbeda dengan vampire lainnya yang rupawan dan punya kekuatan, Nigel adalah vampire yang tidak punya pesona dan kekuatan. Ia mengandalkan orang tuanya untuk mendapatkan asupan darah. Suatu hari ada seorang murid baru bernama Chloe, dan Nigel jatuh hati. And then gimana...Yah begitu deh ya...

Buku ini dituturkan dalam bentuk seperti 'diary' harian Nigel, dimana ia menceritakan kehidupannya dan perasaannya terhadap Chloe dengan versi yang dilucu-lucuin gitu deh. Hehehe... agak membosankan sih ceritanya, karena cuma seperti diary biasa saja.



Minggu, 29 Juli 2012

Ronald Weasley and Draco Malfoy


 Ronald Weasley dan Draco Malfoy adalah dua tokoh fiksi dari Harry Potter yang aku suka, hehehe. Kalau menulik sejarahnya, baik Malfoy dan Weasley keduanya adalah nama besar didunia sihir karena keduanya keluarga bergaris keterunan 'pure blood' alias darah murni yang dalam dunia sihir dianggap kelas paling tinggi dari semua penyihir. Namun dua keluarga ini adalah musuh bubuyutan loh...hehehe, sekalipun sebenarnya para penyihir berdarah murni semuanya adalah saudara. Kelauarga Draco yang kaya raya adalah pengikut 'You-Know-Who', sang ayah Lucius Malfoy bahkan seorang Death Eater *Pelahap Maut*. Mereka membenci semua keturunan muggle, apalagi 'mud-blood' macam Hermione. Sedangkan Weasley dikenal sebagai keluarga miskin pecinta muggle. Sang ayah Artur Weasley sangat tergila-gila pada muggle. Mereka adalah keluarga pure blood yang paling dicaci oleh para penyihir karena dianggap berkhianat, Bellatrix Lastrange, Peri Rumah Kreacher, atau para Death Eater lainnya sering sekali menghina mereka. 

Whatever lah ya...yang jelas I love both character.Berikut ini Fotomorfosis dua orang yang sering bertengkar karena Hermione Granger ini, yang satu pembenci darah murni yang satu 'pecinta' darah murni. Hehehe...


RONALD WEASLEY

 
 Cuteeee....


 
  

 
 

 

Selalu sukaa sama Ronald Weasley

Ron didepan The Borrow


DRACO MALFOY

 
Mukanya udah culas dari kecil yaaa... :)

Draco3hp1.png








Gantengnyaaa Malfoy!!!!
Ini saat ia sudah bergabung menjadi Death Eater mengikuti jejak hampir semua anggota keluarganya.


Ronald Weasley seperti yang kita tahu diperankan oleh aktor Rupert Grint, dan Draco Malfoy diperankan secara apik oleh Tom Felton. Ada yang pernah nonton film Anna and The King??? itu loh filmnya Choi Yun Fat, Nah ternyata anaknya si Anna di film itu adalah Tom Felton loh,,gak keliatan culasnya sih difilm itu. Hehehe. Gimana transformasi mereka sekarang??? Liat nih betapa gantengnya dua aktor muda ini...


  Rupert Grint
 Manisnyaaa.. :)

Rupert Grint Rupert Grint  attends the Grand Opening of the Warner Bros. Studio Tour London: The Making of Harry Potter on March 31, 2012 in Watford, England.

Mukanya sekarang mengingatkan aku pada Ryan Gosling muda.. (^^,)


Oh iya aku jadi ingat di seri terakhir Harry Potter Deathly Hallow (Part 2) pas adegan terakhir di Hogward Express, Ron sempat-sempatnya mengingatkan putrinya untuk tidak berteman apa lagi jatuh hati pada Scorpio putra Draco Malfoy. Hehehe...



Transformasi Mr. Potter and Friends

Film dan novel dari penyihir Hogwards karangan JK. Rowling ini memang sudah berakhir dan menyisakan kenangan-kenangan indah bagi para fansnya *Jiaaahhhh, apa sih...*, hehehe, buat yang kangen sama Mr. Potter, aku mau share pic dari transformasinya si Potter dan gerombolannya dari masih cute banget sampai seri terakhirnya di Deathly Hallow (Part 2). Kayak apa???? Yuk...cussss.....

Emma Watson as Hermione Granger, Rupert Grint as Ronald Weasley
 Daniel Redcliffe as Harry Potter

Griffindor in the Genk



Siapa bocah yang paling mengesalkan Prof. Snape justru karena ia serba tahu dan banyak bertanya??
Yup, only Miss Granger.


Manisnya Ronald Weasley

siapa yang mengira kalau Neville Longbottom si cute dan culun ini setelah besar malah menjadi pimpinan Dumbledore's Army.

 
Draco Malfoy

 
 Si Kembar Weasley, Ginny, Ron, and Seamus.




 


 



Look at him...OMG!!






Mereka semua bertransformasi menjadi jauh lebih mature ya guys...hehehe...Aku sih dari dulu suka sekali sam Ronald Weasley dan Draco Malfoy. Mereka kombinasi yang unik dan menarik, hehehe, Ron adalah sosok yang humble dan selalu membuat orang tersenyum, semakin besar semakin unyuuuu saja, badannya jadi tinggi dan kekar pulaaa, hadehhh... *ngecesss.. sementara Draco Malfoy sekalipun terkadang licik dan jahat namun ia tidak benar-benar kejam seperti Keluarganya. 


Pic Sources : Google