Tampilkan postingan dengan label Dorama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dorama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2012

BAMBINO

Siapa yang ngaku fansnya Matsumoto Jun? Personel boy band Arashi asal negeri para samurai ini juga dikenal berkat didunia pertelevisian, aktingnya sebagai Sawada (Gokusen) dan Tsukasa (Hana Yori Dango), mencuri perhatian dari banyak kalangan. Awalnya aku malah gak pernah tau kalau MatsoJun juga seorang penyanyi, hehehe...

Bambino sendiri merupakan dorama garapan tahun 2007 yang diangkat dari manga dengan judul yang sama. Ceritanya berkisar tentang kehidupan Ban Shogo (Matsumoto Jun) yang bekerja sebagai seorang tukang masak disebuah restoran kecil didaerah Fukuoka, kalau gak salah tepatnya di Hagata. Atas saran dari atasannya direstoran itu, pada liburan musim panasnya kali ini Ban akhirnya memutuskan untuk pergi ke Tokyo untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang chef. Ban yang *pada awalnya* bangga pada kemampuan dan bakat memasaknya berniat untuk mengasah skillnya dalam membuat pasta di Baccanale Tratoria sebuah Restoran Italia ternama di kota Tokyo.



Namun apa yang terjadi di Baccanale Tratoria? Jangan kan menjadi Chef, diberi kerjaan memasakpun gak...hehehehe. Ban kaget banget dengan sistem kerja di tempat barunya ini, segalanya berjalan cepat dan seolah semua orang bergerak dengan cara menyesuaikan dengan gerakan orang lain. Agak lebay gitu liat orang mondar-mandir dengan gerakan yang lebih seperti menari satu sama lain, plus ditambah backsoundnya italiano gimanaaa geto,,, hehehe.

Pada awal tugasnya Ban yang PeDe banget sama kemampuannya ini ditugaskan untuk membuat brodo (semacam kaldu yang digunakan untuk setiap masakan Italia) oleh pemilik resto tersebut dengan pengawasan dari Katori (kebetulan Ban langsung didaulat sebagai asistennyaia Katori), tetapi gagal, karena berbau darah, sehingga dia merasa tidak berguna dan disinilah dia menyadari keangkuhannya. Ban menyadari bahwa kemapuannya belum apa-apa, makanya tadi aku bilang tukang masak,,,not chef!. Saat dia kembali ke resto tersebut, pemilik resto tersebut memberi dia nama BAMBINO = Kau tidak bisa lakukan apapun sendirian seperti bayi yang baru dilahirkan. Mulai dari sinilah semua orang mulai memanggilnya Bambi.



Setelah menjadi asisten koki (baca : tukang cuci piring) Ban ditugaskan dibarisan terdepan restoran yaitu sebagai waiters, wkwkwk, kontan saja dia protes, karena yang diinginkannya adalah memasak. Namun akhirnya Ban membulatkan tekatnya untuk menerima apapun yang ditugaskan, ia berusaha menerima pekerjaan sebagai waiters, belajar tersenyum dan bergerak seirama dengan pekerja lainnya tidak lah mudah. Ditambah lagi saat ia harus melayani seorang tamu VIP yang buaaawelll banget, si Bambino ini jadi parno liat si tamu itu. Sekalipun akhirnya, well, dia berhasil membuatnya terkesan. 

Gak sampai disitu masalahnya, karena belum apa-apa, liburan Bambi berakhir. Dia gak rela keluar dari restoran ini tanpa ilmu apapun, hehehe, ilmu waiters sama cuci piring doang yang dia dapet. Hohohoho, kat berada di Fukuoka, Ban pun memutuskan untuk berhenti kuliah, bahkan memutuskan hubungannya dengan sang kekasih. Hwaaah, pann ada hape kali, ada skype, lagian masih sama-sama di Jepang pula. Lebay deh... 



Sekembalinya, Bambi memiliki semangat baru. Dia bukan lagi orang yang kesal dan menolak untuk diberi pekerjaan. Ban malah merasa senang dengan semua tugas baru yang diberikan, karena itu berarti ia memiliki kesempatan untuk belajar. Seperti ketika pengurus bagian desert yang 'agak' aneh, mengalami patah tangan, Ban ditugaskan untuk membantunya. Chef satu ini memang terkenal lebih suka bekerja sendiri, berkali-kali ia bikin adonan dengan niat tulus ingin membantu tapi selalu ditolak, karena dianggap tidak sesuai. Ban pun datang ke rumahnya untuk menemani sang chef belanja buah-buahan, sampai akhirnya ia menemuka buku resep yang ditulis sendiri oleh si chef. Wihh, enak-enak kayanya.

Dorama ringan ini sebenarnya sih gak terlalu spesial sih, gada cerita yang meegangkan atau berlebihan, khas Jepang lah ya.. simple. Tapi tetep punya nilai lebih. Selain bisa menikmati Matsumoto Jun tentunya. Hehehe...


Pic : Google

Selasa, 24 Januari 2012

[Sinopsis] Innocent Love

Haiii...udah lama euy, gak nulis diblog ini. Berhubung bingung, lagi gak punya ide buat menulis. Sebenernya sih lagi lumayan sibuk juga sama tugas2 perkuliahan yang meng'gunung' dan belum terselesaikan. Maklum, lagi terkena sindrom yang judulnya  'Balada Mahasiswa Tinggkat Akhir' hehehe...

Ok, today, aku akan merecap sebuah dorama dari negri sakura yang baru-baru ini aku tonton. Bukan dorama baru sih, but so far -menurut aku- dorama ini lumayan oke loh.


  • Title: イノセント・ラヴ
  • Title (romaji): Innocent Love
  • Genre: Romance
  • Broadcast network: Fuji TV
  • Broadcast period: 2008-Oct-20 to 2008-Dec
  • Theme song: Eternally by Utada Hikaru
 Horikita Maki as Akiyama Kanon


Kitagawa Yujin as Nagasaki Junya
  • Kashii Yu as Sakurai Mizuki
  • Fukushi Seiji as Akiyama Yoji
  • Narimiya Hiroki as Segawa Subaru
  • Uchida Yuki as Toono Kiyoka
  • Toyohara Kosuke as Ikeda Jiro

Berkisah tentang Akiyama Kanon seorang gadis yang ditinggal mati kedua orang tuanya karena sebuah kebakaran pada malam natal yang akhirnya menyebaakan Akiyama Yoji (kakak Kanon) harus mendekam didalam penjara karena menjadi tersangka utama dalam trageti tersebut. Kanon Chan tumbuh sebagai gadis yang baik hati dan pekerja keras, namun orang-orang disekalilingnya tetap saja mencibir karena kehidupan masa lalunya.



Akhirnya Kanon pun memutuskan untuk pindah dari desa nya, ia pindak kesebuah kota dan bekerja sebagai Cleaning Service panggilan. Suatu hari ketika Kanon membersihkan rumah seorang musisi, entah karena alasan apa ia ingin mencuri foto dari si pemilik rumah tersebut yang sialnya malah ketauhan. Bukannya marah, Nagasaki Junya, malah mengajaknya foto bersama. Sejak saat itu, Kanon merasakan jatuh cinta pada Junya, sekalipun ia tahu Junya memiliki seseorang yang ia cintai yang saat ini sedang terbaring sakit, Kanon tetap mencintai Junya. Bahkan ia ikut berdoa demi kesembuhan Kiyoka gadis yang hampir dinikahi Junya, yang kini terbaring koma.

Kanon sendiri ternyata mengalami trauma yang mendalam akibat kematian kedua orang tuanya yang ternyata mati terbunuh sebelum terjadinya kebakaran tersebut, dibantu oleh seorang Jurnalis yang penasaran dengan kisahnya, Kanon akhirnya menenemukan lembaran-lembaran masalalu nya. 


Mereka Nikah deh... 

Untuk aktris dan aktornya mungkin gak asing lagi ya, seperti karakter Kanon sendiri yaitu Horita Maki sudah gak asing lagi deh, buat yang pernah nonton Hana Kimi atau film Change, pasti udah tau deh sama sepak terjang perempuan satu ini. Nah buat yang pernah nonton seri Gokusen Season 1, juga pasti sudah mengenal Narimiya Hiroki, yang berperan sebagai Noda salah satu murid nakal antek-anteknya Sawada (Matsumoto Jun). Tapi yang lumayan menarik perhatian justru si Junya, hehehe, awalnya kelihatan biasa ajah, gak cakep-cakep banget, tapi setelah mantengin film ini kok ini cowok makin manis ya??? hehehe.... jadi pengen berburu film-film nya nih... xixixiixii

Oh iya, satu lagi yang oke banget dari film ini adalah Soundtraknya yang dinyanyikan oleh Utada Hikaru. Oke banget nih lagunya... ^^


Pictures Source : Google Picture

Jumat, 04 November 2011

D O R A M A

Dorama itu sebutan untuk drama seri dari negeri sakura, Japan. Setelah beberapa kali menuliskan tentang dorama, aku jadi kepikran dorama-dorama jadul yang dulu sering banget tayang di 'ikan terbang' sebelum heboh film-film korea. Hehehe..Sekarang sih hampir gak ada kayaknya statiun TV yang menayangkan dorama seperti dulu.

Kalau kehebohan Kdrama di awali dengan Endless Love, Winter Sonata, dan Full House. Maka ada yang inget gak dorama yang pertama kali bikin heboh jagad pertelevisian Indonesia,,,Hehehehe..Kalau gak inget, kita nostalgia ajah yuk...

1. Oshin



Ada yang inget dengan dorama klasik satu ini? Waktu dorama ini booming aku masih kecil banget loh, tapi aku ingat banget kalau Oshin selalu menggendong anaknya dipunggung. Dan, dulu aku selalu pengen punya sendal bakiak kaya punyanya Oshin. Hehehe...Film ini menceritakan perjalanan hidup Shin Tanokura, dalam era Meiji sampai awal tahun 1980an. Ia dipanggil "Oshin", dan harus bekerja keras dari sejak kecil sampai dewasa, namun kemudian berkat usahanya menjadi pemilik waralaba toko swalayan yang kaya. Seri ini terdiri dari 297 episode sepanjang 15 menit. Seri ini telah ditayangkan di 59 negara, termasuk di Indonesia loh. Kalau gak salah dulu ditayangkan di TVRI.

2. Rindu-rindu Aizawa (Without Family/ Homeless)



Remember? Buat yang eSDe nya seangkatan sama aku sih pasti tahu, film yang pada masa itu menjadi tontonan wajib sepulang sekolah. Pokoknya gak gaol deh kalau gak nonton film ini...xiixixii. Bercerita tentang anak kecil bernama Suzu Aizawa yang tinggal bersama ibu dan ayah tirinya yang kejam, Aizawa suka sekali mencuri, diotak anak kecil itu hanya uang, uang dan uang, hal ini bukan tanpa sebab karena ibunya yang sakit. Suatu hari ada seekor anjing (Sepertinya sih Golden Redriver ya...) yang mengikutinya, lalu ia memelihara anjing yang diberi nama Ryu itu. Kalau di Oshin aku pengen banget sendal bakiak, gara-gara nonton film ini aku pengen banget miara anjing. Hehhee..Tapi sayang nya gak bolehhh... Oh iya, sountraknya film ini pun pada masa itu sangat terkenal dan fenomenal loh.


3. Long Vacation



Kisah bermula dari Minami (Tomoko Yamaguchi) yang berlari dengan pakaian pernikahan menuju sebuah apartemen tempat calon suaminya tinggal. Di sana, Ia ternyata hanya bertemu dengan teman seapartemen calon suaminya. Ia bernama Sena (Takuya Kimura). Dari Sena, Minami pun menyadari bahwa kekasihnya itu meninggalkannya di hari pernikahannya. Saat itu, Minami pun jatuh miskin dan tidak bisa membayar sewa apartemennya sendiri karena sudah memberikan uangnya untuk membiayai pernikahan gagalnya. Dihinggapi oleh rasa malu kepada keluarga dan saudara serta tidak adanya teman yang bisa diajak tinggal berdua, Minami pun memohon kepada Sena dengan cara yang agak memaksa untuk bisa tinggal di apartemennya. Sena yang merasa bersalah pun bersedia karena mantan calon suami Minami sebenarnya pergi untuk menikahi seorang gadis yang Ia kenalkan kepadanya. Di apartemen itu, Sena (24 tahun) yang lebih pasif dan Minami (31 tahun) yang lebih ekstrovert pun lambat laun semakin bersahabat dan tumbuh cinta di antara mereka meski banyak perbedaan di antara mereka.

Kalau yang ngaku suka banget sama Jepang pasti tau dong aktor yang satu ini, Takuya Kimura pada masa itu adalah J.actor yang paling ganteng dan menjual. Bisa dibilang semua dorama yang memakainya pasti akan laris manis kayak kacang goreng, dari Long Vacation, Love Generation, sampai Tokyo Love Story. Jujur sih aku gak terlalu ingat film ini (tapi aku nonton, cuma putus-putus) yang jelas dorama ini cukup dewasa untuk jadi tontonan ku dulu, hehehe..^^

4. One Liter Of Tears (One Liter No Namida)



Dorama yang diangkat darikisah nyata ini, membuat siapa saja yang menontonnya banjir air mata deh..Bener-bener akan mengeluarkan one liter of tears alias nangis bombay. Kisah nyatar seorang gadis yang menghidap penyakit serius ketika berusia 15 tahun dan terpaksa berperang dengan penyakitnya selama 10 tahun sebelum mati pada usia 25 tahun. Drama ini merupakan adaptasi dari diari yang ditulis oleh seorang gadis bernama Aya Kitō yang menghidap penyakit Ataksia spinoserebelar. Aya bermula menulis diari apabila dicadangkan oleh dokternya dan terus menulis sehingga ia tidak mampu lagi memegang pen. Diari tersebut telah diterbitkan. Diari yang diberi nama 1 Litre no Namida itu diterbitkan selepas kematian Aya.

5. Kamisama (God, Please Give Me More Time)



Dorma pertama Takeshi Kaneshiro yang aku lihat adalah Kamisama. Aku nonton film ini karena aku biasanya melihat sosok Takeshi Kaneshiro di film-film china, bareng Boboho atau aktor China seperti Andy Lau dan lainnya. Di dorama ini, ia berpasangan dengan sicantik Kyoko Fukada. Kamisama menceritakan tentang sebuah percintaan yang sangat menyentuh antara seorang cewek bernama Kano Masaki, yang diperankan Kyoko Fukada dengan seorang pria bernama Ishikawa Keigo, yang diperankan oleh Kaneshiro Takashi. Ishikawa Keigo adalah seorang komposer lagu terkenal di Jepang dan ia menjadi idola bagi Kano Masaki. Kemudian Masaki terjangkit HIV karena dia rela menjual tubuhnya untuk dapat membeli tiket konser komposer Keigo. (GILA,,,cuma mau nonton konser doang sampe jual diri?? FREAk banget yaaa....). Sepulangnya dari konser tersebut, akhirnya Masaki bertemu dengan Keigo. Mereka kemudian bermalam bersama. (Hmmmmm....dewasa banget ini pelem) Disinilah cinta yang kokoh di antara keduanya mulai tumbuh.

6. Forbidden Love (Majou no Jouken)



 Bercerita tentang Hirose Michi (Matsushima Nanako), 26 tahun, yang kehidupannya dari kecil hingga dewasa diatur oleh ayahnya. Pekerjaan Michi sebagai Guru matematika di sebuah SMA pun di dapat atas wewenang ayahnya yang seorang kepala sekolah. Michi bertunangan dengan seorang Banker yang tentu saja atas persetujuan si ayah. Kurosawa Hikaru (Takizawa Hideaki), 17 tahun, adalah seorang murid pindahan yang bermasalah di sekolah sebelumnya. Sifat hikaru yang pembangkang diakibatkan oleh kehidupannya yang selalu diatur oleh orang tuanya. Hikaru sangat diharapkan untuk menjadi seorang dokter dan mengambil alih kepemimpinan rumah sakit milik orang tuanya.Pertemuan demi pertemuan membuat perasaan mereka berkembang, hubungan terlarang pun terjadi antara guru dengan muridnya ini, bahkan sampai hamil segala... (Weeee.....). Soundtrack film ini juga maha dahsyat, Utada Hikaru dengan First Love. Pada tau donggg...


7.  Ittazura Na Kiss dan 8. Hanna Yori Dango

Kalau yang dua ini sih Everybody know ya... karena sudah dibuat dalam berbagai versi, dari china, korea, sampai Indonesia juga ada. Kedua-duanya diangkat dari komik ternama yang cukup best seller di Jepun sana. 



Ittazura na Kiss bercerita tentang Kotoko cewek dari kelas terbodoh di sekolahnya yang jatuh hati pada Naoki Irie yang merupakan cowok paling jenius disekolah. Naoki didepan semua orang mengembalikan surat cinta Kotoko, bahkan mengkoreksi segala kesalahan yang kotoko buat dalam surat itu. " Aku paling tidak suka dengan gadis bodoh!" kata naoki. Namun, takdir berpihak pada Kotoko, karena suatu kejadian mereka akhirnya tinggal disatu atap yang sama. Lama kelamaan Naoki pun tidak mampu membohongi dirinya kalau ia menyukai Kotoko. Kalau di versi korea nya film ini berjudul Playfull Kiss, diperankan oleh Kim Hyun Joong sebagai Baek Seung Jo (Naoki Irie). Sedangkan versi Chinanya berjudul It's Started With a Kiss diperankan oleh Ariel Lin (Kotoko) dan cowoknya., hmm....???sapa ya namanya lupa..hehehe..Menurut aku sih, kalau dari segi kekonyolan versi Jepang jauh lebih oke,karena karakter kotoko yang asli konyol abis. Tapi sayangnya endingnya agak Gazebo, gak nendang...



Next...
Hanna Yori Dango, atau Meteor Garden atau Boys Before Flower. Diangkat dari komik ternama karya Yoko Kamio, yang menceritakan tentang kelompok F4 yang kaya raya dan berkuasa di sekolah mereka Eitoku Gakuen. Mereka adalag Domyoji Tsukasa (Tao Ming She/ Ghu Jun Pyo), Hanazawa Rui (Hua Ce Lei/ Ji Hoo), Nishikado Sojiro, dan  Mimasaka Akira. Siapapun yang bermasalah dengan mereka akan menerima memo merah. Jiahhh....jadul tenan ini film (kecuali yang Korean Version ya..). Dan Tokoh utama wanitanyalah Makino Tsukushi (Sanchai/Geum Jan Di) lah yang harus sial berurusan dengan mereka, bahkan terlibat cinta segitiga dengan kedua angotanya. Menurut fans setia serial ini, versi Jepang lah yang paling Ok, paling dapet deh chemistry nya.

9. Strawberry On The Shortcake



Kita ketemu lagi sama Hideaki Takizawa, hmmm...dia juga J.actor yang cukup menjual. Filmnya banyak banget yang ditayangin di TV kita nih, salah satunya S.O.S ini. Ada yang ingat? Film ini yang bikin aku jatuh hati sama Kyoko Fukada loh, dia cantik banget difilm ini. Suatu hari Manato memutuskan untuk mencuri buku di sebuah toko buku agar adrenalinnya terpacu, sayangnya gagal dan Manato merasa kehidupannya semakin hampa. Tiba-tiba muncul seorang gadis bernama Yui (Kyoko Fukada) yang membuat segalanya berubah. Love at the first sight. Tapi ternyata ibu Yui adalah calon ibu tirinya. Jadilah Manato hidup satu atap dan satu sekolah bersama Yui. Yui adalah gadis lugu dan periang, ia menyukai kakak kelasnya yang playboy Tetsuya Saeki (Yosuke Kubozuka). Disisi lain Tetsuya menyukai gurunya, Mariko. Kemudian ada lagi Haruka Sawamura (Rina Uchiyama), tetangga sekaligus teman sekelas Manato yang menyukai Manato.

Satu hal yang aku ingat banget dari dorama ini adalah sebuah dialog "Mana yang kau pilih? Makan strawberry-nya dulu atau cake-nya dulu?".
Waktu itu Yui menjawab, "aku akan memakan strawberrynya terlebih dahulu"
"Kenapa? bukankan setiap orang cenderung menyimpan nya untuk dimakan paling terakhir"
"aku takut kalau aku tidak memiliki waktu untuk memakannya!"
Hwahhh...Gara-gara dialog ini, aku selalu memakan yang enak-enak terlebih dahulu. Seperti makan bakso, aku pasti menghabiskan baksonya terlebih dahulu. Hehehe...dulu aku tidak mengerti maksud kalimat ini yang ternyata sama dengan 'bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian'. Yui abisss....


10. Nobuta Wo Produce



Drama ini bercerita tentang seorang cowok bernama Kiritani Shuuji, cowok yg keren dan tipe orang yansg bisa bergaul dengan siapa aja. Tapi, cuma ada satu orang yg paling dia nggak suka. Nah, cowok itu adalah Kusano Akira, cowok aneh yg suka bertingkah nyeleneh itu sebenarnya adalah anak seorang presiden perusahaan. Tapi entah kenapa, dia malah lebih memilih tinggal dengan tukang tahu. Suatu hari, seorang murid pindahan bernama Kotani Nobuko muncul di kelas mereka. Dan tiba2, Akira dan Shuuji bekerja sama utk menjadikan Nobuko cewek terpopuler di Sekolah..!!!Dorama bertema sekolah dan persahabatan yang recommended abis.


Kalau bicara  tentang kualitas ide cerita Jepang emang gada matinya, banyak bangt film cina ataupun Korea yang mengadaptasi cerita dari negerinya para samurai ini. Seperti yang aku sampaikan sebelumnya kalau drama jepang gak cuma menawarkan 'drama', gak selalu tentang love. Berbeda dengan drama korea yang (Menurut aku loh yaaa...) selalu terkesan manis. Tapi dorama Jepang selalu punya sisi gelap yang memang khas.
Oke. cukup sekian recap dari aku...
Semuanya kembali ke selera masing-masing ya..

Picture Sources : Google

[Sinopsis] Attention Please


Attention Please....

Pasti sering dong mendengar kata-kata itu? Sering banget deh kata-kata sakti ini secara sengaja maupun gak kita ucapkan. Nah, ini ada sebuah dorama yang juga minta 'attention' dari kita, judulnya ajah Attention Please. So, pay attention ya guys... ^^



Awalnya sih gak tertarik sama dorama ini, tapi berhubung dorama ini udah stay di my 'Lappy' so di tonton juga deh.. Yang bikin menarik pertama kali adalah bintang utama ceweknya, yang gak lain gak bukan adalah Ueto Aya (Aya Ueto), she is one of my favorite Japanese singer loh... Aku ngefans sama Aya chan dari masih SMP, lagunya yang paling hafal tuh yang Aino Tameni...hehehe...

Back to the drama...
Attention Please menceritakan tentang perjalanan karir (Asiiikkk...) seorang gadis metal, tomboy dan cuek, Misaki Youko (Ueto Aya). Misaki Chan adalah seorang vokalis dari sebuah band metal di desanya. Suatu hari ketika mengantarkan salah seorang anggota grup bandnya ke bandara, mereka membayangkan kalau Misaki yang tomboy abis itu menggunakan seragam pramugari yang anggun dan cantik. Tentu saja, semua orang tertawa membayangkannya. Gak banget gitu lohh.. Misaki Chan gak cuma tomboy tapi juga serampangan dan ceroboh, mana mungkin bisa menjadi seorang pramugari. 

Gaya tomboy Misaki ketika diterima di Japan Airlines
 
Pertama di remehkan teman-teman bandnya
Lalu teman-teman seangkatan Trainingnya
Kemudian oleh senior juga disepelekan
Tapi Misaki tetap semangat dan ceria... ^^

Misaki Chan saat belajar berdandan
Bukannya cantik malah jadi kaya dakocan..hehehe

Karena merasa diremehkan itulah makanya Misaki memutuskan untuk mencoba peruntunganya dengan cara melamar sebagai seorang Flight Attendant. Ajaibnya, Misaki diterima!! Weeeww, dimulailah kelucuan Misaki yang berantakan itu saat memulai tariningnya di JAL (Japan AirLines). Lucu banget deh ngeliat gayanya Misaki yang tomboy itu dilingkungan para pramugari yang rapi-rapi banget, jalan pun teratur. Banyak yang memandang remeh padanya, hanya Wakamura Yayoi (Aibu Saki) Dan Hirota Saori (Uehara Misa) yang mau menjadi temannya. Serta seorang cowok dari bagian teknisi, Nakahara Souta (Nishikido Ryo : yang pernah nonton one liter of tears pasti tau cowok satu ini) yang selalu mendukung dan membantu Misaki.

 Liat dong sepatunya,,,,
Rocker abisss...Hehehe...

 Cita-cita Misaki pun berubah..
Dari seorang rocker tomboy kini ia berkeinginan menjadi Attendant No.1 diseuruh dunia...

Misaki pun menjelma menjadi Flight Attendant yang cuantikkk...

Bukan drama namanya kalau gada lika-liku cintanya, tapi seperti kebanyakan dorama lainnya, kisah cinta hanya sebagai pelengkap saja. Hal utama yang diceritakan difilm ini adalah tekat dan usaha seorang gadis dalam menentukan masa depannya, tentang berapa kali ia terjatuh dan diremehkan orang serta berapa sering ia kembali bangkit dari semua itu. Menurut ku, ini lah yang membuat dorama berbeda dengan Korean Drama yang kebanyakan hanya menonjolkan kisah cinta, sedangkan yang lainya hanyalah sebagai pelengkap saja. Seperti dorama-dorama lainnya, tidak ada pula tokoh antagonis yang penuh intrik seperti yang biasa kita temui di sinetron Indonesia ataupun Korea. Hehehe... sorry, but that's true.

Jujur dorama ini sangat recomended buat ditonton, buat yang bosen dengan kisah-kisah cinta dorama ini cukup segar untuk dijadikan tontonan yang menghibur.Seelain itu kita juga bisa tahu bahwa ternya, menjadi seorang pramugari itu bukan pekerjaan yang mudah. Awalnya saja aku kira pikir profesi itu sangatlah keren dan mudah. Yahh, cuma modal tampang cantik doangan. Padahal, setelah aku melihat dorama ini, aku tahu bahwa menjadi seorag Flight Attendant bukan lah pekerjaan yang gampang. Sulit malah. Bayankan saja, gak uma harus belajar berjalan, bicara dan tersenyum saja, tapi juga harus sigap dalam menangani bencana. Harus bisa berenang karena takut sewaktu-waktu terjadi bencana, harus bisa membantu orang yang sakit, melahirkan, kena serangan jantung, dan penykit lainnya yang bisa sewaktu-waktu menyerang penumpang, bahkan harus bisa menjinakan bom segala loh> WOW...mereka harus bisa melakukan semua itu karena  didalam pesawat  yang berkewajiban menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpangnya. OH MY GOd, jadi salah besar kalau selama  ini kita meremehkkan pekerjaan seorang pramugari yang tadinya kita pikir cuma modal tinggi dan paras cantik.

Pictures Source : Google


Kamis, 03 November 2011

[Review] Gokusen


Ada yang inget sama dorama nya Takashi Sorimachi yang diangkat dari sebuah komik ternama? Yups, GTO alias Great Teacher Onizuka. Sebuah dorama dan komik yang menceritakan tentang kehidupan seorang guru dalam menghadapi murid-muridnya yang baradeur.Hehehe, uniknya guru yang rada 'error' ini mencoba mendidik muridnya dengan cara yang ekstrim. Tapi kita gakan membahas tentang GTO sekarang, namun dorama Gokusen. Cerita yang bertema nyaris sama (bahkan mungkin dorama ini dibuat dalam rangka mengekor kesuksesan GTO)



Bercerita tentang seorang guru baru bernama Kumiko Yamaguchi atau murid-muridnya biasa menyapanya dengan YanKumi (tanpa embel-embel Senshei loh...). Guru yang culun dan bertampang bodoh, dengan rambut kuncir dua.. (Jadi inget San Chai). Sebagai guru baru Yankumi ditempatkan oleh kepala sekolah sebagai wali kelas 3D, kelas yang dianggap paling menakutkan karena penghuninya tidak lain dan tidak bukan adalah 'preman-preman' sekolah. Yankumi tidak gentar, sejak kecil ia bercita-cita untuk menjadi seorang guru, namun ia tidak membayangkan kalau murid-muridnya sangatlah 'berantakan'. Sebagai seorang guru harapannya hanya satu yakni membawa murid-muridnya berjuang, belajar, dan bisa lulus bersama dengannya.







Yankumi yang awalnya dianggap culun dan lemah (karena posturnya yang kecil dan kurus) dijahili habis-habisan oleh muridnya, namun berkat kemampuan bela dirinya ia mampu mengatasi keisengan murid-muridnya itu. Yankumi bahkan membantu murid-muridnya dengan kemapuan bela dirinya. Ternyata Yankumi bukan lah orang sembarngan, ia adalah generasi ketiga keluarga Yakuza. Semua orang menghormatinya, bahkan tidak ada yang berani memanggil namanya dengan tidak sopan, namun demi cita-citanya Yankumi menutupi identitasnya sebagai seorang cucu Yakuza. 

Perlahan-lahan para murid pun bisa menerima Yankumi yang selalu mepercai mereka, bahkan membela mereka disaat tidak ada seorangpun yang mau percaya. Yankumi berusaha mengajarkan muridnya bahwa berkelahi bukanlah cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah, ia pun mengajarkan muridnya bahwa belajar yang sesungguhnya adalah didunia luar. 

Kata-kata yang paling aku ingat adalah saat Yankumi berkata " Mungkin kalian bukan anak-anak yang pintar, tapi setidaknya kalian harus menjaga persahabatan, karena kalau bukan hal itu yang kalian jaga, apa lagi yang bisa kalian banggakan..." Wew, ia mengajarkan pasukannya persahabatan dan juga pelajaran hidup yang pada hakikatnya lebih dibutuhkan dalam kehidupan sesungguhnya.

Matsumoto Jun

Jujur saja sih, aku baru melihat Gokusen season satunya saja, dan dari semua karakter ada tiga karakter yang cukup menonjol didrama ini adalah Yukie Nakama, Namase Katsuhisa, dan Matsumoto Jun. Ketiganya aku anggap sukses dalam memerankan karakter mereka. Yukie Nakama bisa dibilang cukup mengejutkan di film Shinobi ia berperan menjadi seorang ninja feminin yang luar biasa cantik dan ada yang inget film The Ring? Yuki Nakama lah yang berperan sebagai sosok hantu paling termasyur di Jepang yaitu Sadako. Dalam dorama Gokusen ini ia berhasil memeranjkan tokoh yang konyol, culun, dan kocak abis, berbeda dengan peran-peran sebelumnya. Karakter kedua yang kocak adalah Namase Katsuhisa yang muncul sebagai seorang kepala sekolah yang bloon dan sok tahu – karakter ini aku anggap sebagai sindiran terhadap dunia pendidikan sekarang ini (mirip dengan GTO juga bukan?). Terakhir adalah Matsumoto Jun, apabila dalam GTO daya tarik juga terletak pada cewe-cewe cantiknya, mungkin Gokusen menggunakan Matsumoto Jun yang lumayan menawan untuk menarik perhatian cewek-cewek, kalau ada yang inget Matsumoto ini yang berperan dalam Hana Yori Dango, atau Meteor Garden / BBF versi jepangnya. Matsumoto berperan sebagai Tsukasa! Di Gokuzen penampilan Matsumoto Jun yang dingin dan cool aku anggap mampu menghidupkan perannya sebagai Sawada Shin.

Sebagai seorang calon guru, jujur saja film-film bertemakan guru ini cukup menginspirasi serta membeikan  sedikit gamabaran bahwa guru itu seharusnya menjadi teman untuk murid-muridna. Kita sebagai seorang guru dituntut tidak hanya untuk mengejarkan sesuatu yang bersifat akademis, tapi juga hal-hal yang mencakup moral dan pribadi murid. Di film GTO maupun Gokuzen, para guru selalu men'judge murid-murid nakal sebagai oarang yang tidak berguna dan tidak punya masa depan. Kalau kata kepala sekolah di GTO 'Sampah masyarakat'. Mungkin hal ini menjadi gambaran yang real didunia pendidikan, bahwa seseorang memandang bodoh atau pintar (yang bisa berarti dengan 'Punya masa depan dan Tidak punya masa depan') hanya dari nilai akademis. Padahal yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana seorang guru mampu membantu orang tua untuk membentuk sebuah pribadi yang baik.

Buat yang belum Nonton, ayo deh di tonton, lucu abis..plus penuh pesan bermakna juga.. ^^

Pictures Source : Berbagai Sumber

Sabtu, 21 Mei 2011

14 Sai No Haha -- 14 Year Old Mother--

Judul Lain : 14-year-old Mother / Juyon-sai no Haha / Mother at Fourteen

Casts:

Shida Mirai as Ichinose Miki (14)

 Miura Haruma as Kirino Satoshi (15)


“Siapkah kita menjadi ibu di usia yang sangat belia?”

Layaknya para gadis ABG, Miki (Shida Mirai) yang masih duduk di SMP mulai mengenal cinta terhadap lawan jenisnya. Pria yang disukai Miki tak lain adalah Kiri-chan (Miura Haruma) teman bermainnya yang menuntut ilmu di sekolah yang berbeda. Berawal dari kebiasaan berbincang-bincang berdua, akhirnya mereka pun terjerumus ke dalam perbuatan yang lebih jauh (Duhh, Kayaknya Miura haruma ini suka sekali 'menghamili' anak orang yah??hehehe.. di Filnya "Koizora" pun Miura diceritakan menghamili Mika teman sekolahnya). Miki dan Kiri yang belum menyadari akibat dari perbuatan yang mereka lakukan di suatu malam itu pun terus melanjutkan kehidupan masa mudanya yang penuh impian. Miki yang ingin menjadi penyiar dan Kiri-chan yang ingin masuk sekolah favorit. Sampai suatu hari, Miki mulai merasakan perubahan dalam tubuhnya dan dengan alat tes kehamilan yang terpaksa ia curi di toko obat, ia pun mengetahui kehamilannya.



Pada awalnya Miki yang masih berusia 14 tahun berusaha untuk menyembunyikan kehamilannya. Namun, tentu saja keluarga Miki tahu dan meminta Miki untuk memberi tahu siapa ayah dari bayi yang dikandungnya. Keluarga Miki kemudian menemui Ibu dari Kiri-chan dan meminta pertanggungjawaban dari anak lelakinya. Namun, Ibu Kiri-chan yang merupakan pengusaha sukses menolak dan menyuruh Miki untuk menjauhi Kiri-chan.Saking frustasinya sang ayah menyarankan Miki untuk aborsi saja, tapi Miki menolak. Dia ingin melahirkan bayinya, lalu ibunya pun berkata bahwa tidak mudah menjadi seorang ibu diusia yang mesih sangat muda. apa Miki tidak menyadari apa yang harus dia korbankan jika dia tetap mepertahankan kehamilannya? "Kau akan kehilangan masa muda mu, hidup mu akan berubah 180 derajat, kau tidak akan bisa menggapai cita-cita mu untuk menjadi seorang penyiar radio, apa kau sadar semua itu?" ucap ibunya frustasi.



Seorang wartawan ambisius yang selalu berusaha mengorek kehidupan Ibu Kiri-chan, ia berusaha mencari tahu ada apa sebenarnya. Sementara itu berita kehamilan Miki sudah beredar keseisi sekolah, Miki pun akhirnya memutuskan datang kesekolah, dan itu membuat teman-teman nya kaget, mereka bertanya apa Miki benar-benar hamil? dengan mantab dan penuh keyakinan Miki menjawab itu benar dan aku akan melahirkan bayi ini. Lalu seorang teman nya bertanaya "kenapa? apa kau idiot? apa yang bisa kau lakukan? kau hanya gadis 14 tahun?"
Lalu Miki pun menjawab " Ibu ku pernah berkata bahwa hal paling berharga di dunia ini adalah diriku, ia berkata hari paling membahagiakan adalah saat ia memiliki ku.. Dan aku pun menginginkannya, aku ingin bertemu dan melihat nya, melihat bayi ku..!" (sedih banget pas dialog ini...anak 14 tahun loh yang mengeluarkan kata-kata seperti itu...ckckckck!!)


Aku suka sekali dengan gambar pembuka di film ini, symbolic abisss...
Merikuk seperti sesuatu yang rapuh, seperti seorang bayi..
So nice.. ^^

Miki pun memilih untuk menjadi seorang ibu meskipun Miki dihadapkan pada kenyataan bahwa Kiri-chan menolak untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. (Arghhhhh....!!!)

“Aku tidak bisa… tidak bisa kalau sekarang. Kalau nanti bisa…” begitulah ucapan Kiri-chan yang membuat Miki tersentak. Bagaimanapun Miki tidak bisa membenci Kiri-chan. “Aku akan berusaha keras melahirkan bayi ini. Kiri-chan juga ya, berusaha keras untuk masuk sekolah favorit” ucap Miki tegar.

Kiri-chan merasa bersalah, di marah pada dirinya sendiri saat tahu kalau Miki mempertahankan bayinya, " dia melakukannya, dia berjuang, tapi aku..aku tidak bisa melakukan apapun.." Kiri-chan menangis.( disinilah letak perbedaan paran Miura sebagai Kiri-chan dan Hiro "Koizora", Kiri-chan begitu lemah dan lembek, terkesan sebagai laki-laki tidak bertanggung jawab, sementara Hiro begitu bersemangat dan rela melakukan apapun demi orang yang di cintainya, but over all, aktingnya Miura oke bangettt.. ^^)


Dorama yang sangat berbobot dan penuh makna, sebagai seorang perempuan saya sangat mengerti apa yang dirasakan Miki dan juga ibunya. Miki masih terlalu muda untuk memiliki tanggung jawab sebagai seorang ibu, tapi ia merasa ini adalah sesuatu yang harus ia pertahankan, bukan salah bayi dalam kandungannya kan? Miki pun dengan sangat bijak memutuskan untuk mempertahankan bayinya, dkita an mengabaikan semua yang harus ia korabankan untuk itu. (saluttt..iks..iks..!!). Namun kesedihan yang dirasakan ibunyapun tidak kalah dahsyat, kira-kira bagaimana rasanya mengetahui anak gadisnya hamil di usia yang masih sangat muda? pasti sangat berat dan tertekan, tapi si ibu ini tidak marah-marah atau menghakimi Miki dengan berlebihan. Dia berusaha mengerti dan mengingatkan putrinya tentang tanggung jawab sebagai seorang ibu, sampai akhirnya ia pun tersadar bahwa Miki bukan lagi 'gadis kecil' nya lagi.