Kamis, 30 Agustus 2012

BIG


One of  korean drama lagi guys...

Judulnya BIG, drama ini menampilkan Gong Yoo (Coffee Prince), Suzy (Dream High), Lee Min Jung dan Shin Won Ho. Alasan pertama nonton drama ini tentu Gong Yoo nya, sekalipun kata si mama gak cakep-cakep amat, tapi aktor satu ini cukup gak membosankan untuk dilihat. Hehehe...



Ceritanya tentang seorang guru bernama Gil Da Ran, yang suatu hari harus berurusan dengan murid baru disekolahnya yaitu Kang Gyung Joon. Mereka bertemu pertama kali di Bus menuju kesekolah. Sedangkan Seo Yoon Jae adalah tunangan Da Ran Teacher (Biasanya Gyung Joon manggilnya begitu...) yang berprofesi sebagai seorang dokter. Mereka pertama kali bertemu disebuah acara pernikahan salah seorang teman SMA Da Ran, pertemuan yang memalukan itu membuat hubungan Da Ran dan Yoon Jae berlanjut sampai berencana akan menikah. 

Da Ran mulai merasa ragu pada cinta Yoon Jae padanya, ia merasa Yoon Jae menikahinya hanya karena ia merasa kasihan dan bertanggung jawab pada Da Ran. Mereka pun berencana untuk bertemu disebuah sungai. Saat itulah kecelakaan terjadi antara mobil yang dikendarai Yoon Jae dan motor yang ditunggangi Gyung Joon. 

 

 

Dokter menyatakan Yoo Jae meninggal dunia, namun ternyata ia bangkit lagi. Namun dengan jiwa didalamnya yang berbeda. Didalam tubuh Yoon Jae, terdapat jiwa bocah 18 tahun yang merupakan murid dari tunangannya sendiri. O...o...o.... Da Ran menyadari bahwa kekasih hatinya dan murid nakalnya telah bertukar Roh, ia meminta Gyung Joon menjaga tubuh Yoon Jae dengan baik dan menjaga sikap serta nama baik dokter Yoon Jae. Gyung Joon merasa sulit beradaptasi dengan tubuh 'BIG' Yoon Jae, ia masih kekanak-kanakan. Masalah makin rumit ketika muncul Mae Ri, gadis yang tergila-gila pada Gyung Joon.






Hubungan Da Ran dan Yoon Jae ( Gyung Joon) semakin berlanjut, perlahan-lahan menjadi hubungan yang lebih dekat. Hal itu pun membantu mereka mengungkapkan hubungan besar (BIG) dibalik kecelakaan yang terjadi antara Yoon Jae dan Gyung Joon.

Gong Yoo galeri nih....





LINK SINOPSIS "BIG"
by. Dramaku













Drama korea yang kocak, sekalipun tema pertukaran tubuh cukup sering juga ya. Hehehe... kalau aku boleh bilang drama ini agak mirip My Sister Keeper nya Cameron Diaz yang bercerita tentang seorang anak yang dilahirkan untuk menyelamatkan kehidupan anak lainnya. Sekalipun didrama ini agak aneh juga ya, karena Yoon Jae dan Gyung Joon jauh sekali berbeda umurnya...Satu hal yang rada disayangkan, adalah endingnya yang kurang gregetttt....hehehe, sosok yang bersama Da Ran gak jelas siapa...sekalipun dari bahunya saja kita pasti sudah bisa menebak kalau itu adalah Gong Yoon oppa... ^_^ Untuk urusan akting, Gong Yoo bisa dibilang berhasil dengan sangat apik menjadi 'ABGeh' yang terperangkap ditubuh besar seorang pria dewasa. Dia benar-benar menyuguhkan akting yang menawan, sekalipun dengan tubuh yang sama aku sampai merasa sebal ketika Da Ran akhirnya memilih Gyung Joon dari kembali pada tunangannya Yoon Jae. Hehehe, karena ABGeh nya ituu.... Yang belum nonton, sok atuh di tonton ya...

Credit by Dramaku
Edited by Putridianahere

DICTATOR


Huy.. Sudah lumayan lama nih gak up date, lumayan sibuk akhir-akhir ini ngurusin perkuliahan yang menggunung dan mengais-ngais minta di garap.. Hehehe... curcol deh jadinya. Today, aku mau mereview sebuah film yang sebenernya gak penting-penting amat tapi gokil banget buat ditonton...hehehe.

Judul film ini, Dictator! Ada yang udah pernah nonton? Melihat judulnya aku sudah membayangkan sebuah film serius dengan syarat unsur politik atau setidaknya berhubungan dengan kekuasaan yang tinggi. Tapi ternyaataaa.... finally we should agree with statement "dont judge movie by the tittle", hehehe...





Film yang di sutradarai oleh Larry Charles ini bercerita tentang seorang pemimpin sebuah negara yaitu Republic of Wadiya, yang bernama Aladeen. Di perankan oleh Sacha Baron Cohen, Aladeen adalah sosok seorang pemimpin negara yang sangat tidak memiliki belas kasihan, ia akan memerintahkan anak buahnya untuk membunuh siapapun yang tidak sepaham dan sejalan dengannya, bahkan untuk kesalahan kecil sekalipun. Edannnn, dia ini Dictator abisss. Yang tidak suka dibantah, ditentang, dan sering menyulut kontroversi. Baik dinegaranya sendiri maupun didunia luar.

Suatu hari ia datang ke Amerika setelah memecat seorang ilmuan yang dimintanya membuat senjata penghancur super canggih, ia berfikir kalau Ahmadinejad bisa mengembangkan nuklir dinegaranya kenapa seorang Aladeen tidak bisa?!! Hehehe...




Namun saat di Amerika, skenario untuk menyingkirkan Aladeen sudah direncanakan. Sekalipun awalnya ia disambut bak tamu agung, namun ketika ia terlelap, pihak inteligen Amerika sudah bersiap menculiknya. Seharusnya saat itu Aladeen dibunuh, itu bukan suatu masalah besar karena mereka sudah menyiapkan Aladeen KW 2 sebagai penggantinya. Aladeen yang lebih bodoh dan bisa disetir... Namun ia berhasil kabur, sekalipun tidak berhasil mempertahankan janggutnya.

Nadal dan Aladeen masuk penjara karena dikira teroris ketika menggunakan bahasa timur mereka.

Tanpa janggut, tak ada orang yang mengenali Jenderal Aladeen. Kini Aladeen bukanlah siapa-siapa. Tak ada lagi pengawal yang siap melindunginya. Tak ada lagi asisten yang siap menyediakan apa pun yang ia butuhkan. Saat itulah ia bertemu seorang wanita tomboy yang menentang aksi kekerasan Aladeen di Wadiya, ia juga bertemu dengan Nadal, ilmuan yang dipecat olehnya kerena membuat roket berbentuk kapsul bukan lancip. Hadehhhh....kata si Aladeen roket berbentuk lancip lebih gahar sedangkan berbentuk kapsul lebih mirip dildo.. *OMG*. Namun Nadal justru mau membantu Aladeen untuk kembali keposisinya, dan membereskan segala kekacauan yang ada.

 
Lihat poster dibelakang ituuu...menyimbolkan apa coba???
Yupss, Captain America in a girl version!!

Overall, Dictator bukanlah jenis film yang penting-penting amat, namun cukup menghibur untuk ditonton. Film ini menyuguhkan komedi cerdas, yang meledek dan menyindir dengan terang-terangan. Siapa yang diledek dan disindir? Dari gaya penampilan Aladeen tentu kita tahu tertuju pada siapa gayanya itu...hehehe...perang urat antara negara barat dan timur sejak dulu memang tidak bisa terbantahkan, namun unsur politis Amerika dan negara-negara lain demi menggulingkan Aladeen dengan cara-cara kotor pun menjadi cermin yang nyata.

Baik dari poster atau pun properti yang digunakan semuanya simbolik banget, poster yang menggambarkan Osama Bin Laden, eh.. Aladeen maksudnya dengan uniform jendral sebagai simbol ke'dictator'an nya, sedangkan bendera Amerika yang terefleksikan pada kaca mata yang dipakai Aladeen, entah sebagai simbol bahwa dictator dari timur tengah ini memerangi Amerika, atau justru malah sebaliknya??? Sedangkan poster Joey, jelas banget sebagai perefleksian Captain America plus logo bintang pula pada bajunya. Hehehe, Well, terlalu berat lah yah kalau membahas masalah itu...hehehe..just watch it guys, and enjoy...

Senin, 06 Agustus 2012

The Short Second Life of Bree Tanner

 

Setelah kemarin mencari-cari downloadan Fifty Shades Freed, tiba-tiba liat sebuah article tentang novel karya Stephenie Meyer yang satu ini. Judulnya The Short Second Life of Bree Tanner, langsung saja deh aku cari downloadannya... hehehe...syukurnya ada, sekalipun bukan dalam bahasa Indonesia. Lumayan lah yaaa, buat menghilangkan penasaran. Actually sih aku bukan pecinta Stephenie Meyer, gak freak juga sama Twilight, hanya saja...berhubung aku mengikuti dari mulai buku sampai film *bahkan baru-baru ini gosip artisnya yang lagi hot-hotnya dikabarkan selingkuh dari sutradara itu #LOH malah ngegosipp sih... (^^,) Well, karena aku memang terlanjur mengikuti buku dan film-filmnya, maka rasanya penasaran kalau gak membaca kisah Bree Tanner ini.

Buat yang pernah baca novelnya atau pernah nonton filmnya *seri Eclipse* mungkin masih ingat, diceritakan Victoria vampire yang mengincar nyawa Isabella Swan demi membalas dendam kesumatnya pada Edward Cullen atas kematian kekasih vampirenya James, yang dibunuh Edward *seri Twilight* karena berniat 'mencicipi' darah Bella. Victoria berkata 'nyawa bayar nyawa', Edward membunuh kekasihnya maka ia akan membunuh kekasih Edward. 

Namun Victoria tentu tidak akan bisa menghadapi Clan Cullen yang untuk ukuran keluarga vampire berjumlah lumyan banyak. Belum lagi para serigala La Push ikut membantu para vampire demi melindungi Bella. Karena alasan itulah Victoria mulai menciptakan pasukan vampire. Salah satunya adalah Bree Tanner. 

Ingat dengan gadis muda yang 'berusaha' diselamatkan Carlisle Cullen dari hukuman Clan Voltury? Yupsss..dialah Bree. Well, aku sih belum baca novel ini. Namun kalau menganalisa dari judulnya dan apa yang terjadi di Twilight Saga, novel  The Short Second Life of Bree Tanner menceritakan asal muasalnya Bree menjadi vampire dan bergabung bersama pasukan vampire milik Victoria. And well, kalau seperti itu diakhir cerita nya Bree tetap saja mati ditangan keluarga Volturry. Ini baru analisa aku saja yaaa...karena aku sendiri belum baca, xiixixiii, nanti kalau sudah aku baca aku bakalan share deh gimana ceritanya, benar seperti dugaan ku atau... berbeda!

Sabtu, 04 Agustus 2012

Midnight Sun



Setelah membahas Fifty Shades of Grey  (Fifty Shades Darker) and Diary of Wimpy Vampire  aku mau membahas satu versi lain dari Twiilight yang murni hasil karya dari sang penulis aslinya sendiri yaitu Ibu Stephenie Meyer. Midnight Sun menceritakan tentang Twilight namun dari sudut pandang atau penuturan Edward Cullen.

Kalau di fersi Twilight seperti yang kita tahu, cerita dituturkan dari pandangan Isabella Swan *ada sedikit dari versi Jacob*, namun kita tidak pernah tahu apa yang di pikirkan Edward Cullen. Maka di buku inilah penggambaran itu di ciptan oleh Stephenie Meyer untuk para Twilight lover, namun sayangnya.... baru sampai 12 bab, novel ini sudah dicolong orang dan tersebar luas diinternet...hehehe.. *aku juga baca dari internet*. Maka buku ini pun tidak pernah terpublish secara resmi.

Konon, Stephenie Meyer saking kesalnya berujar tidak akan menulis apapun yang berbau Twilight lagi sampai semua orang benar-benar melupakannya. Oh, really? 

Diary of a Wimpy Vampire :Because The Undead Have Feelings Too


Satu novel lagi yang tercipta berkat kesuksesan besar Stephani Mayer dalam meramu Twilight Saga, sebuah saga yang menggambarkan kisah cinta seorang gadis biasa dengan seorang vampire tampan. Hehehe. Ada mantra ajaib dari cerita ini, sampai begitu banyak penulis terispirasi untuk membuat cerita dari saga ini. Fifty Shades of Gray adalah salah satu yang juga ketiban sukses, tidak bertema vampire-vampiran memang, namun plot dan karakternya persis sekali dengan Twilight. Bisa dibilang Fifty Shades of Gray adalah Twilight for adult, xixiiixi..

Diary of a Wimpy Vampire : Because The Undead Have Feelings Too karya dari seorang penulis asal Inggris bernama Tim Collins, yang bercerita tentang kehidupan seorang vampire berusia 15 tahun. Berbeda dengan vampire lainnya yang rupawan dan punya kekuatan, Nigel adalah vampire yang tidak punya pesona dan kekuatan. Ia mengandalkan orang tuanya untuk mendapatkan asupan darah. Suatu hari ada seorang murid baru bernama Chloe, dan Nigel jatuh hati. And then gimana...Yah begitu deh ya...

Buku ini dituturkan dalam bentuk seperti 'diary' harian Nigel, dimana ia menceritakan kehidupannya dan perasaannya terhadap Chloe dengan versi yang dilucu-lucuin gitu deh. Hehehe... agak membosankan sih ceritanya, karena cuma seperti diary biasa saja.



Selasa, 31 Juli 2012

Brewokan dan Menawan

Menurut kalian cowok brewokan itu gimana?? Hmm, different people pastinya different perception ya, kalau aku sih cenderung mengganggapnya sexy, mature, dan cowok banget gituuu...hehehehe. Berikut ini cowok-cowok brewok yang unyu-unyu banget deh....

Christian Bale
Aku gak terlalu suka sama aktor pemeran Batman ini, tapi aku rasa om Bale jauh lebih ganteng dengan kumis dan janggutnya itu..:)
 kalau menurut kalian mana yang lebih cakep??? dengan/tanpa brewok?


Keanu Reaves 
Kalau untuk aktor The Matrix ini aku lebih suka tanpa brewok, hehehe, sekalipun dengan brewok pun dia tetap terlihat ganteng luar biasaa..
Aktor yang memiliki darah keturunan China ini,kabarnya lagi sibuk menggarap film, dimana dia tidak hanya bermain sebagai aktor tapisebagai sutradaranya juga loh. And then, aktor Indonesia Iko Uwais dikabarkan ikut bermain di film garapan Mas Keanu ini loh... \\(^_^)//

Robert Downey Jr
Mungkin aku tidak akan mengenali Mr. Stark dan Holmes ini jika tidak pakai janggut dan kumis, absolutely Om Downey jauh lebih cakep brewokan ya.. Setuju guys???

David Backham
Pesepak bola asal Inggris ini mau brewokan atau gak tetep ajah jadi icon sexy dan fashionable.

 Chris Hamsworth
Jelas pemeran Thor dan Huntsman ini jauh lebih menawan dengan janggutnya

 Ashton Kucher
Awalnya aku tidak pernah menyukai mantan suami Tante Demi Moore ini loh, namun setelah melihat "No String Attach" filmnya bersama Natali Portmanaku langsung jatuh hati dan menyadari kenapa Demi Moore bisaa jatuh hati sama brondong satu ini. 
Di film itu, Ashton brewokan dan terlihat luar biasa tampan... Ajibbb deh!!!


Ryan Gosling
Si Young Hercules ini juga terlihat jauh lebih memikat dengan brewok diwajahnya


 James Franco
Aku selalu suka sama cowok satu ini...sexy..menawan...dan gak membosankan untuk dipandangi, hehehe
Goblin Junior ini mau diapain juga ttp cakep!!!! (^^,)

Robert Patinson
Wihh, gimana sama penampilan jomblo baru yang satu ini? Menurut kalian mantan pacar Kristen Steward ini lebih oke pake brewok atau gak?
actually, he looks gorgeous ya, tapi dengan brewok Rob terlihat tidak seperti Edward Cullen.
Hehehe, mungkin itu juga alasannya menumbuhkan kumis dan janggutnya.

TAPI.....


Gak gini juga kaliiii Ojannnn.... 
Ini sih udah kayak pengembala... hehehehe

Kalau aktor koreanya paling oke dengan brewok tentu saja Ajjushi yang satu ini

So Ji Sub
gantengnyaaa.... (^^,)v



Credit by Yahoo Edited by @putridianahere

Minggu, 29 Juli 2012

Mixed Motivation and Class Management


Abstract
As we know language learning success is related to many factors like learning style, learning strategies, age, intelligence, and motivation. This paper focuses in students’ motivation that connected to class management strategies in learning English as second language. It’s not easy, because to build appropriate material teacher have to look students’ necessity, and to motivate them to learn teacher should innovative in creating material. Furthermore, we must remember that many aspects to support student success in learning second language.
Preface
If we talk about managing the class it is impossible to separately from students’ motivation. Motivation is a vital factor in the teacher's learning management in the classroom. Teachers should recognize students’ need to create suitable tasks and make pleasant atmosphere in class, it will make learners have opportunity to learn well. In the other hand, class management may be looked upon an action that teacher takes in relation to the classroom environment in order to make optimum levels of students achievements possible (Wiseman and Gilbert, 2008: 8).
Literature Review
As mentioned by Wiseman and Gilbert (2008:3) students’ motivation and classroom management is like two sides in the same coin, it’s connected each other. So, we can say that learner motivation is a key of classroom management. But it is not easy to built students motivation in learning, because every people have different interest. The teacher should realize relationship between students motivation and teaching-learning process. It is important, because every learner has there own interest and need. As we know, no one is born with the competent skill in society and to make the students enjoy and interest with the material, the teacher should find the best ways to make classroom activity more interesting. Coffield (2004) argues if teacher only use different teaching techniques it will be not enough to increase students’ motivation in learning, teacher should pay attention to each students individually.
Mixed Motivation and Class Management
Different people has different mind, even twins’ people look at the same thing but they will be have different perception. The same thing happen to people motivation against something, in this case second language learning, there are people who have high and low motivation in learning English as the second language. In teaching-learning process, motivation is observed as students show interest and enthusiasm, whether students give attention and concentration to learning tasks. 
 
Learners at elementary level maybe require more motivation to learn foreign language, because sometimes they are afraid to express opinions or ideas in English. Bygate (2003: vii) said that “…in both first and second language, our learner often need to be able to speak with confidence in order to carry out many of their most basic transaction”. Its means, language and self-confidence also become important thing. In this case, teacher should act as motivator to help the students handle their confidence problem and increase their motivation in learning English.
Using attractive teaching technique such as Cooperative-Learning is one of solutions that can be applied by the teacher. As we know, it focuses on cooperation among students or team work, by using Cooperative-Learning students can share information and interact each other. However, based on Coffield cited in Clark (2004) “just varying delivery style may not be enough and... the unit of analysis must be the individual rather than the group.” It’s indicating that group work isn’t enough. We know except motivation, intelligence, and students’ necessity, teacher should consider about individual learning style. Kinesthetic, visual, and audio, are some types of learning styles that we know, moreover Carl Jung described learning style on Myers Brigg Type Indicator [MBTI].
MBIT theory believes that people have preferences about what they pay attention to, how they respond or make decisions. It’ll help teacher to identify students’ personality. By knowing this, teacher can combine teaching techniques with interesting teaching aids to help students easily to catch the new information.  Teacher can use games, video, music, etc. to built material in fun way. These techniques will help learners more enjoy in accepting the material.
Actually, the purpose of knowing these things is to help teacher build suitable material, it also will increase students’ motivation to learn and make teaching-learning activity more enjoyable. Furthermore, Fanselow (1987:11) cited in Larsen, observes that perhaps as little as two percent of the variance that contributes in learning maybe controlled by teacher. But so what? If learning equals one hundred percent, and lack of learning means anything less than one hundred percent, than two percent we are responsible for make the different between learning and not learning. The success of the students’ capabilities is not only dependent on the role of the teacher, but also many other aspects that we should remember like physiological, behavioral, cognitive, and social influence (Edwards: 1998).
Conclusion
We know that managing and facilitating the process of teaching-learning activity should be done by the teacher, but increase students motivation and classroom management are difficult for new teachers. Because of that Dawning (2004) suggests the teachers to develop a personal system to manage the classroom. It will help new teachers to be more creative and innovative. But teaching-learning activity isn’t only about transferring knowledge, teacher as the educator have responsibility to help students improve their skill and potential. Teacher should consider that every people are different, everyone has their own value and special thing.
References
Bygate, Martin. 2003. “Language Teaching”. Oxford: Oxford University Press. 
Cark, Donald. 2000. “Learning Style and Preferences”. Edmonds. Retrieved from http://www.nwlink.com/~donclark/about/about.html
Dawning, Patricia. 2004. “Motivation and Management: Classroom Management Colloquium”. Retrieved from: http://www.angelfire.com/in4/kfluhart/feedback.htm
Edward, David C. 1998. “Motivation and Emotion”. USA: SAGE Publications, Inc.
Harmer, Jeremy. 1998. “How To Teach English”. Essex : Pearson Longman Ltd.
Larsen, Diane. 2000. Techniques and Principles in Language Teaching. Oxford: Oxford University Press.
Littlejohn, Andrew. 2001. “Motivation: Where does it come? Where does it go?”. Karen’s Linguistics Issue. Retrieved from: http://www3.telus.net/linguisticsissues/motivation.html
Wiseman, Dannis G and Gilbert H. Hunt. 2008. “Best Practice in Motivation and Management in the Classroom”. USA: Charles Thomas Ltd.

The Merchant Of Venice

Sebenarnya sudah lama ingin membahas kisah ini, but I have no time to write it, hehe,, tapi akhirnya bisa terselesaikan juga.. The merchant of venice adalah salah satu dari sekian banyak mahakarya yang diciptakan sang legendaris William Shakespears. mungkin cerita The Merchant of Venice tidak setenar kisah percintaan putra-putri keluarga Montague dan Capulet yang mendunia, kisah ini juga tidak juga setragis Hamlet, atau sepolitis Marbect. Tapi kisah ini tidak bisa dipungkiri memimiliki pesan moral dan makna yang begitu dalam..




Kisah ini klasik ini berawal dari persahabatan dua orang pemuda, yaitu Bassanio dan Antonio, mereka adalah dua orang saudagar yang bekerja mengirim barang (atau sejenisnya lah ya). Bassanio sedang jatuh cinta pada seorang putri dari Belmond bernama Portia, sedangkan Antonio yang seorang pelaut sedang mengalami masalah dengan kapal-kapalnya yang ditahan dipelabuhan.

"I should go there and married her, Antonio.." Begitu kata Bassanio menggebu-gebu
"You know Bassanio that all my fortune are at the sea, nether i have money, nor commodity to raise the present sum, therefore go for my creased can do to funish you to Balmond, to fair Portia"

Al Pacino sebagai Shylock

Akhirnya mereka pun sepakat untuk meminjam sejumblah uang kepada Shylock, seorang rentenir yahudi yang sangat membenci agama katolik pada masa itu. *kalau di film nya, Shylock ini diperankan oleh Al Pacino*. Shylock pun yang menaruh dendam pada antonio karena pernah menghinanya, bersedia memberikan pinjaman tapi dengan syarat.. jika antonio tidak bisa melunasi dalam jangka waktu yang telah ditentukan, maka Shylock akan mengambil daging dari tubuh Antonio sebagai gantinya.

Disisi lain jessica, putri satu-satunya shylock, pergi melarikan diri bersama seorang pria katolik bernama Lorenzo. mengetahui hal ini shylock marah besar, ia pun segera mencari lord antonio yang adalah teman dari Lorenzo untuk mempertanyakan putrinya yang hilang, shylock merasa antonio terlibat dalam hilangnya Jessica. Portia adalah seorang putri yang telah membuat raja-raja dari berbagai negeri datang untuk meminangnya. ada Prince of Morocco, ada pula The King Aragon yang aneh bin ajaib. Portia meminta pria-pria yang ingin meminangnya untuk memilih 3 buah kotak yang salah satunya berisi foto dirinya, dan siapa pun yang memdapatkan fotonya maka dialah yang bisa meminangnya. and the winner is. . . Bassanio tentunya. dan merekapun menikah...


Namun di Vanice, petaka menimpa Antonio yang dilaporkan Shylock karena tidak dapat membayar hutangnya, dan seperti perjanjiaan nya Shylock pun meminta sebongkah daging dari tubuh Antonio demi membalas dendam nya selama ini. di tengah persidangan, bassanio datang untuk membayar hutang-hutang sahabatnya, namun Shylock menolaknya, ia lebih menginginkan daging dari tubuh Antonio. Hal ini menjadi ajang Shylock untuk melampiaskan dendam dan kebenciannya pada orang Katolik.

Awal tahun 2010, aku mementaskan drama ini di Kampus demi memenuhi salah satu ujian mata kuliah Literary Appreciation. Waktu itu aku kebagian peran sebagai Antonio. And overall kita sukses besar pada waktu itu, dan aku sendiri dapat nilai A di akhir perkuliahan. Kalau tidak salah juga, dosen sastra ku waktu itu sempat menceritakan asal muasal kenapa Shakespear membuat novel yang 'agak' SARA ini ya, sebenarnya hal ini karena pada masa itu Kerajaan Inggris yang berkeyakinan Katolik Roma merasa terganggu dengan bangsa Yahudi yang ada. Jadi lah Shakespear menggambarkannya dalam sosok Shylock yang berdarah dingin dan kejam.